Rohis Harus Gencarkan Internalisasi Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lil ’alami

Wonogiri – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri kembali menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Rohis SMA/SMK untuk Penguatan Wawasan Islam Rahmatan Lil’alamin dalam Perspektif Multi Kultural bagi pengurus Rohis tingkat SMA-SMK se Kabupaten Wonogiri, Senin (30/04) bertempat di RM. Masakan Jawa Brumbung Selogiri, acara di ikuti oleh 40 orang pengurus Rohis.

Ka. Kankemenag Wonogirti, Subadi kembali mengingatkan bahwa di tengah perkembangan zaman yang semakin mengglobal dan arus informasi yang semakin cepat berharap  eksistensi Rohis semakin di tingkatkan khususnya dalam ikut mencetak generasi yang sholeh dan sholehah.

Pengurus Rohis yang hadir ini adalah siswa pilihan maka di harapkan dapat menggali potensi dan meningkatkan pengetahuan wawasan Islam rahmatan lil’alamin pada siswa SMA dan SMK di Kota Gaplek yang merupakan pengurus kerohanian dan keislaman (Rohis) di sekolah masing-masing.

Kementerian Agama secara konsisten terus-menerus berupaya menekan dan menangkal berkembangnya pemikiran yang mengarah kepada paham radikal atau intoleran. Salah satunya dengan menggencarkan upaya internalisasi nilai-nilai Islam rahmatan lil a’alami melalui kegiatan Rohis (Rahani Islam) di Sekolah.

“Belajarlah dengan tekun dan membentengi moral dari arus globalisasi serta diharapkan dapat meningkatkan keimanan, ketaqwaan, berakhlaq mulia, serta mempererat ukhuwah Islamiyah, membina persaudaraan, toleransi beragama dan kesatuan bangsa,” harap Subadi

Diharapkan selesai pembinaan bisa menerapkan ilmunya dimanapun berada, baik kepada teman, keluarganya dan kepada masyarakat. Tugas utama pelajar adalah belajar, jangan sampai terimbas dengan hal-hal yang tidak baik. Dan diharapkan dapat memberikan gambaran Islam yang sesungguhnya kepada siswa sekolah. Dengan begitu, diharapkan siswa tidak mudah terjerumus kepada aliran-aliran radikal yang sejatinya bukan Islam yang merupakan rahmat bagi alam semesta

Untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dan makmur, tidak hanya dibutuhkan generasi yang cerdas dan kreatif, tetapi juga berakhlakul karimah dan mampu menjadi rahmat bagi semesta. Untuk itu, internalisasi nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dan sikap moderat menjadi keharusan.

“Kedepan anak-anakku adalah calon pemimpin, jadilah generasi muda yang rajin belajar, tekun beribadah sebagai benteng pengendali dari perbuatan yang tidak baik utamanya narkoba, pergaulan bebas dan perbuatan asusila lainnya. Gunakan waktu untuk belajar dan menebar kebaikan kepada sesama teman insallah akan sukses kedepannya,” pesannya. (Mursid_heri/wul)