Rumah Sakit Islam Sultan Agung, Bukti Nyata Keberhasilan Pengelolaan Wakaf Produktif

Oleh : Achmad Syalabi

Awalnya saya hanya tahu bahwa Rumah Sakit Islam Sultan Agung (RSI SA) adalah sebuah rumah sakit yang gedungnya terlihat megah dan bernuansa Islami, berada di dekat kampus Unissula (Universitas Islam Sultan Agung) dipinggir jalan pantura, tepatnya di Jl. Raya Kaligawe Km. 4 Kota Semarang, Jawa Tengah. Tidak disangka, berdasarkan informasi dari beberapa kolega dan data yang saya peroleh, rumah sakit ini adalah “Islamic Teaching Hospital” (Rumah Sakit Pendidikan Islam) yang mengedepankan prinsip syariah, ternyata dulunya sebagai Health Centre atau Pusat Kesehatan Masyarakat yang berdiri pada tanggal 17 Agustus 1971 dan berada dibawah Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA). Yang tidak kalah menariknya adalah fakta bahwa pada tanggal 19 Juli 2021 bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhijjah 1442 H Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung akan dijadikan sebagai lembaga wakaf percontohan nasional oleh Badan Wakaf Indonesia Pusat, karena berhasil mengelola wakaf produktif dengan sangat baik, yang salah satunya adalah RSI SA. Tidak berhenti sampai disitu, pada tanggal 12 Juni 2017 RSI SA dijadikan sebagai pilot project rumah sakit syari’ah oleh Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan akhirnya pada tanggal 26 September 2017 ditetapkan sebagai rumah sakit syari’ah pertama di Indonesia. Selain itu RSI SA juga terakreditasi paripurna oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) dan untuk kedua kalinya pada 23 Juni 2018 Instalasi Gizi RSI Sultan Agung mendapatkan Sertifikat Halal dari LPPOM MUI Pusat.

Deretan prestasi yang dimiliki oleh RSI SA tentunya tidak terlepas dari peran dan perjuangan dr. H. Masyhudi AM, M.Kes. sebagai Direktur Utama RSI SA yang telah memimpin sebanyak tiga periode. Rumah sakit yang memiliki visi “Menjadi Rumah Sakit Islam terkemuka dengan pelayanan kesehatan, pendidikan dan pembangunan peradaban Islam”, serta misi “Memberi pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, dan membangun peradaban Islam” dari waktu ke waktu melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang dibuktikan dengan adanya dua belas layanan unggulan berupa Lasik Center, Oncology Center, Medical Rehabilitation Center, Fertility Center, Integrated Clinic Of Specialist, Ent Center, Urology Center, Stroke Center, Pain Center, Cardiac Center, Skin Center dan Eye Center.

Yang luar biasa dari rumah sakit ini adalah memiliki mimpi yang besar, yaitu mendirikan rumah sakit di setiap provinsi di Indonesia dengan tetap menggunakan nama Sultan Agung, seorang tokoh besar yang pernah memimpin kerajaan Mataram dan pernah berjaya dimasanya, diantaranya berani menyerang kolonial Belanda yang menguasai Batavia (Jakarta) diawal bangsa-bangsa Eropa mengembangkan gerakan imperiumnya di belahan timur dunia. Saat ini RSI SA telah membuka cabang di Banjarbaru dengan nama RSI Sultan Agung Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan sepengetahuan saya akan mendirikan lagi di Palembang (Sumatera Selatan) dalam waktu dekat. Semoga Allah mengabulkan cita-cita ini.

Salah satu bentuk prestasi yang juga patut dibanggakan adalah dijadikannya RSI SA Semarang sebagai rumah sakit rujukan corona di Jateng, yang meskipun rumah sakit swasta tetapi berkomitmen mendukung pemerintah dalam memberantas wabah covid-19, dibuktikan dengan adanya penambahan bed dan  kamar isolasi.

Demikian sekelumit pengetahuan saya tentang RSI SA yang membanggakan Kota Semarang dan Jawa Tengah. Harapan saya semoga rumah sakit yang memiliki multi center ini bisa menjadi rujukan utama dalam memberikan pelayanan prima dan dapat dinikmati oleh semua kalangan, terlebih RSI Sultan Agung menerima pelayanan BPJS bahkan tanpa kuota. Semoga kedepannya RSI SA semakin berinovasi dalam pelayanan untuk berkhidmat menyelamatkan umat sepanjang masa.