Ruwatan Harmonisasi Alam Semesta.

Sukoharjo (Bimas Hindu) – Pembimas Hindu memberikan sambutan mewakili Dirjen Bimas Hindu RI, dalam sambutan tersebut disampaikan pentingnya Koordinasi dan komunikasi yang baik akan memunculkan suatu yang indah, ini bisa kita lihat dengan bangunan Pura Sahasra Adhi Pura Mojolaban dengan berbagai suku dan adat istiadat yang berbeda namun rukun damai. Untuk membangun komunikasi yang baik didalam maupun diluar dalam ajaran agama Hindu ada tiga hal yang harus dilakukan yang disebut Tri Hitha Karana, Tri Hita Karana berasal dari kata Tri yang berarti tiga, Hita yang berarti kebahagiaan dan Karana yang berarti penyebab. Dengan demikian Tri Hita Karana berarti Tiga penyebab terciptanya kebahagiaan, Senin (07/08).

Konsep kosmologi Tri Hita Karana merupakan falsafah hidup tangguh. Falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat melestarikan keaneka ragaman budaya dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan harmonisasi. Pada dasarnya hakikat ajaran tri hita karana menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini. Ketiga hubungan itu meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan ke Tuhan yang saling terkait satu sama lain. Setiap hubungan memiliki pedoman hidup menghargai sesama aspek sekelilingnya. Prinsip pelaksanaannya harus seimbang, selaras antara satu dan lainnya. Apabila keseimbangan tercapai, manusia akan hidup dengan menghindari daripada segala tindakan buruk. Hidupnya akan seimbang, tentram, dan damai.

Hakikat mendasar Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara Manusia dengan Tuhan nya, Manusia dengan alam lingkungannya, dan Manusia dengan sesamanya. Pelaksanaan kegiatan ruwatan pada hari ini adalah salah satu peran serta Penyuluh Agama Hindu Non PNS untuk mensosialisasikan untuk keharmonisnya kehidupan baik spiritual maupun kehidupan sehari-hari.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sukoharjo Ketua Parisada Provinsi Jawa Tengah, Camat Mojolaban, Kapolsek Mojolaban  dan Koramil Mojolaban.

Wakil Bupati dalam sambutanya menyambut baik dengan adanya kegiatan Ruwatan Harmonisasi Alam Semesta yang dilaksanakan oleh Panitia dan didukung oleh yayasan Sahasra Adhi Pura, ia menjelaskan kegiatan ini wujud nyata dari kecintaan kita semua pada tanah air dan bangsa Indonesia. Kerukunan dan kedamaian atan umat beragama sangat penting untuk selalu dijaga, sebagai pemerintah mengharap komunikasi yang terbangun antar umat beragama dan di laporkan kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi, sehingga apa yang menjadi gejolak dimasyarakat dapat terjaga.

Dengan adanya komunikasi keamanan akan semakin terjaga apabila kita semua melaporkan semua bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap pemeluk agama. Kegiatan/ jadwal kegiatan keagamaan untuk dilaporkan ke pihak keamanan agar semua kegiatan dapat terpantau.

Penyuluh Agama Hindu non PNS menyampaikan  Program Peningkatan Kerukunan Umat Beragama. Program ini bertujuan mendorong serta meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memperkuat dasar–dasar kerukunan intern dan antar umat beragama sehingga terbangunnya harmoni sosial dan persatuan nasional. Sasaran yang ingin dicapai adalah terciptanya kerukunan umat beragama Hindu, meningkatnya kualitas kerjasama antar umat beragama serta meningkatnya toleransi kehidupan beragama. (wahonogol-js/gt)