Safari Shalat Jumat Bersama Muspida Kota Surakarta

Resume :

– konten tidak menunjukkan peran dan tusi kemenag

– tidak ada statement aktif narasumber dari kemenang

– mohon untuk jadi perhatian

====================================================

 

Surakarta – Umat Islam harus saling menghormati, saling menghargai antara satu dengan yang lain. Sebagainana firman Allah “sesungguhnya Allah menciptakan manusia dari jenis laki laki dan perempuan, bersuku-suku, berbangsa-bangsa agar saling mengenal. Selain itu umat Islam harus dapat menjaga persatuan dan kesatuan, baik itu dengan sesama umat Islam (ukhuwah islamiyah) maupun sesama manusia termasuk antar umat beragama (ukhuwah basariyah) demikian juga persatuan dan kesatuan antara umat islam dengan pemerintah (ukhuwah wathoniyah). Demikian disampaikan Ketua DMI kecamatan Jebres, KH Munawar saat menjadi khotib shalat Jumat di masjid At-taqwa Gandekan Jebres Surakarta, Jumat (31/3).

Hadir dalam shalat Jumat tersebut Wakil Walikota Surakarta, Ahmad Purnomo beserta jajaran muspida Kota Surakata (Kapolres, Dandim dan beberapa pejabat dari Pemerintah Kota Surakarta) dalam kegiatan Safari Shalat Jumat.

Dalam sambutannya setelah selesai menunaikan shalat Jumat bersama sekitar 500 jemaah Wakil Walikota, Ahmad Purnomo mengatakan tujuan safari shalat Jumat ini tidak lain  untuk mewujudkan persatuan  dan kesatuan antara pemerintah kota Surakarta  dengan masyarakat khususnyaya umat Islam.

“Saya datang bersama muspida tidak ada maksud atau agenda lain selain ingin bersama-sama warga untuk berpartisipasi menjaga persatuan dan kesatuan di kota Surakarta”, jelas Ahmad Purnomo.

Sementara itu Kapolresta Surakarta yang baru beberapa minggu ini menjabat di kota Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo dalam sambutanya memohon doa restu kepada masyarakat kota Surakarta agar dapat melasanakan tugas dengan baik. Ribut juga mengatakan bahwa kota Surakarta terkenal sebagai kota budaya, masyarakatnya berbudi luhur, sopan dan santun, oleh karena itu perlu dijaga dan dipertahankan

“Mari kita wujudkan Surakarta yang semakin adem ayem sejuk dan tidak ada masalah, serta dapat mewujudjan aparat kepolisian yang dekat dengan rakyat, sebagai pengayom dan pelindung rakyat” ucap Ribut.

Pada Kesempatan yang sama Komandan Kodim 0735/Surarakarta yang turut hadir dalam kegiatan safari ini, Letkol Inf Edwin Apria Candra  mengatakan apabila masyarakat kota Surakarta khususnya  umat Islam aman tentram dan  makmur, maka keamanan rakyat akan terjaga dan kriminalitas  dapat ditekan. Edwin juga berkeinginan untuk merubah branding/image bahwa kota Surakarta adalah kota suhu pendek menjadi kota Surakarta kota budaya dan kota santri.

“Hindari pengerahan masa dan kerusuhan di kota Surakarta, karena apabila terjadi kerusuhan di kota Surakarta maka yang rugi  masyarakat juga. Akan terjadi kemunduran ekonomi 10 tahun kebelakang,  serta investor akan lari dari kota Surakarta,” pungkas Edwin. (nas-abc)