Sakit, Fitri Tetap Bersemangat Ikuti UN

Rembang – Kendati sakit, Fitri Yahya Nurulloh, seorang peserta UNBK MTsN Sumber tetap menghendaki untuk mengikuti UNBK. Sebelumnya, Fitri harus dirawat di Puskesmas Sumber karena menderita gejala thypus.

Kepala MTsN Sumber, Supalal mengatakan, karena keinginan Fitri tersebut, panitia UNBK MTsN Sumber menjemput Fitri dari Puskesmas  Sumber beberapa waktu sebelum pelaksanaan UNBK. Kebetulan Fitri ini mengikuti UNBK sesi ketiga, yaitu pukul 14.00 – 16.00 WIB.

“Usai menjalani UNBK ini, Fitri akan dikembalikan ke puskemas untuk menjalani perawatan lagi karena kondisinya belum fit,” kata Supalal.

MTsN Sumber merupakan salah satu penyelenggara UNBK dengan peserta sebanyak 217 siswa. Sebanyak empat ruangan disiapkan untuk UNBK ini, yaitu satu laboratorium bahasa, satu laboratorium komputer, dan dua ruangan kelas.

Dikatakan Supalal, karena pertama kali dilaksanakan, pihaknya mempersiapkan secara matang, baik dari sarpras maupun pembelajaran siswa. Kesiapan listrik, server, dan genset terus dipantau agar tidak terjadi kendala selama pelaksanaan UN hingga empat hari nanti.

“Selama empat hari menjelang pelaksanaan UNBK, tim proktor dan teknisi berkonsentrasi penuh mengatur persiapan UNBK ini,” kata Supalal ketika mendapat kunjungan monitoring dari Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Mohammad Ali Anshory pagi tadi.

Sebelum pelaksanaan UNBK, para siswa dibimbing untuk berdoa bersama-sama demi kelancaran UNBK, baik secara teknis hingga mampu menjawab seluruh soal UNBK.

“Dengan simulasi dan try out yang kami adakan selama beberapa kali, semoga siswa mampu menyelesaikan soal dengan mudah. Tentunya dengan pertolongan dari Allah,” ujar Supalal.

Sementara di MTs Ar-Rohman Bulu, sebanyak 51 siswa mengikuti UNBK. Kepala MTs Ar-Rohman, Mohammad Su’udi mengatakan, tes digelar dalam satu ruangan selama tiga sesi.

Lain lagi MTsN Lasem. Madrasah ini mengadakan UNBK dengan menggabung di MAN Lasem. Kendati demikian, sebanyak 242 siswa nampak bersemangat mengikuti UN ini. Persiapan sudah dilakukan dengan matang. Bahkan sejak April, peserta didik kelas IX rutin menggelar istighosah bakda sholat dhuhur. (erm/ss/bd)