Sambut Imlek, TITD HOK HIEN BIO Kudus Gelar Kirab Ritual BWEE GEE BWEE

Kudus – Jelang perayaan Imlek 2569/2019, 5 Februari nanti, TITD HOK HIEN BIO KUDUS, melaksanakan Kirab Ritual (Bwee Gee) Minggu (13/1). Kirab Bwee Gee kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya,  Karena  dihadiri pejabat dan Ketua PSMTI Indonesia. Diantaranya Bupati Kudus M.Tamsil dan Wakil Bupati Kudus Hartopo, Kasubag TU Kantor Kemenag Kudus Jamilun, Kapolres Kudus AKBP Saptono, Kapolsek Jati serta para pejabat SKPD lainnya dan Ketua PSMTI Indonesia David Hermanjaya CEO New Armada.

Ketua PSMTI Indonesia sekaligus ketua TITD Jawa Tengah David Hermanjaya dalam sambutannya menjelaskan kegiatan Kirab Ritual atau dalam bahasa Cina lebih dikenal sebagai Bwee Gee 2019 adalah perwujudan ungkapan rasa terimakasih kepada Dewa Bhumi (Kong Co Hok Tek Tjeng Sien) atas keberhasilan kita semua khususnya warga Kudus dalam bekerja selama satu tahun ini telah mendapatkan hasil/rejeki yang melimpah, diberikan kesehatan dan keselamatan. Tujuannya agar lebih mempererat tali persaudaraan dan jalinan kasih dengan mengajak sesama khususnya masyarakat Cina untuk pelestarian budaya  Cina. Di tahun politik ini warga keturunan Tionghoa wajib mengeluarkan hak pilihnya jangan sampai golput, imbuhnya. Ketua Panitia Ay Ling berharap generasi muda Cina tidak hanya ingat dan tahu Bwee Gee ini tetapi turut serta menjaga dan melestarikan kebudayaan Cina agar tetap lestari di muka bumi ini di Negara Indonesia tercinta ini, katanya seraya mengungkapkan bahwa TITD HOK HIEN BIO melaksanakan Bwee Gee rutin setiap tahunnya.

Peserta Kirab Ritual Bwee Gee 2019 terdiri dari 58 TITD, Cetya se Jawa Bali Sumatera dan Sulawesi, yaitu dari TITD Kudus, Manado, Jakarta, Denpasar, Tangerang, Bogor, Bekasi, Pleret Cirebon, Parakan, Gresik, Surabaya, Bojonegoro, Lasem, Salatiga , Semarang, Klaten dan Malang. Jumlah peserta yang hadir ± 1200 orang dengan membawa YM. Kongco dari masing-masing TITD yaitu YM.Kongco Hok Tek Tjeng Sien (Dewa Bhumi), YM. Makco Kwan Im Phu Sha, YM. Kongco Kwan Tek Koen (Dewa Perang) dll dengan dimeriahkan Gedawang/ogoh-ogoh, Liong dan Barongsai dari Wiskar dan Satya Dharma Kudus. Bupati Kudus Tamsil dalam sambutannya mengatakan Kirab Ritual Bwee Gee ini tidak hanya milik  klenteng orang Tionghoa saja tetapi juga milik rakyat Kudus rakyat Indonesia dan kedepannya diharapkan acaranya lebih banyak melibatkan orang Kudus dari berbagai unsur dan lapisan sebagai peserta kirab, tidak hanya sebagai penonton tetapi ikut serta berperan aktif guna kesuksesan acara kirab budaya Bwee Gee ini. Harapan saya generasi muda bersatu padu dalam kreativitas kesenian melakukan pertunjukkan bersama di acara Bwee Gee ini untuk membuktikan bahwa kerjasama yang baik dapat mengalahkan sekat-sekat yang biasa terjadi di masyarakat, karena pada dasarnya toleransi antar umat beragama itu penting menuju keharmonisan Indonesia Jaya. Menurutnya, budaya seperti ini harus terus dilestarikan dan dihormati. Setelah itu Bupati didaulat melepas peserta kirab Bwee Gee 2019 bersama Wakil Bupati Kudus, Kapolres Kudus dan Kasubag Kemenag Kudus dengan memanggul tandu Dewa Bhumi milik tuan rumah. Kirab keliling kota kudus diberangkatkan sekitar pukul 09.30 wib. Kasubag Kemenag Kudus Jamilun mengaku, ini adalah kedua kalinya menyaksikan ritual warga Tionghoa dan ikut melepas Kirab Bwee Gee Kudus.

Pemimpin ritual Liong Kuo Tjun mengatakan, Perayaan Bwee Gee hari berterima kasih kepada Dewa Bhumi Hok Tik Cing Sin yang dilaksanakan di Kudus kali ini merupakan awal dari rangkaian menyambut Imlek selasa mendatang. Setelah kirab Bwee Gee akan ada kegiatan lainnya, seperti bersih-bersih klenteng dan lainnya.

Ketua Panitia juga berharap kegiatan Kirab Ritual Bwee Gee yang dilaksanakan setiap bulan 12 kalender Cina tanggal 8 ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dan daerah (Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus) untuk dapat mengalokasikan anggaran baik dari APBN dan APBD guna mensukseskan kegiatan ini sehingga dapat mengundang peserta kirab lebih banyak lagi dari seluruh Indonesia dan Negara tetangga lainnya tidak hanya terbatas dari pulau Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi saja dan acaranya juga bisa lebih meriah lagi. Semoga Kirab Ritual Bwee Gee kali ini bisa menghibur masyarakat Kudus dan sekitarnya sebagai tujuan dapat menyatukan keanekaragaman ini menjadi lebih berwarna, lebih menjaga keberagaman menjadi lebih bermakna menuju NKRI satu, karena kegiatan Kirab Ritual Bwee Gee ini warga Kudus tidak hanya menikmati saja tetapi juga ikut memiliki dan melestarikannya.(kiswati/wwk/bd)