Sambut Program Revitalisasi KUA, KUA Mandirasa Persiapkan Kampung Moderasi Beragama

Banjarnegara – Kita harus menyiapkan diri dan siap mensukseskan program Revitalisasi KUA, karena KUA Kecamatan Mandiraja  termasuk salah satu dari seratus (100) Piloting Project Revitalisasi KUA se-Indonesia tahun 2021. Demikain tandas Kepala KUA Kecamatan Mandiraja, Muhamad Zayin Bunani, dalam sambutan dan pembinaan pada acara pertemuan rutin Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Mandiraja, Kamis,(14/10). Adapun acara ini bertempat di Ruang Akid KUA. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala KUA, Penyuluh Agama Islam Fungsional dan delapan Penyuluh Agama Non PNS.

 Lebih lanjut Zayin, menyampaikan hasil Bintek Revitalisasi KUA melalui Program dan Layanan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah Tahun 2021, pada tanggal 7 s.d. 9 Oktober 2021 di Novotel Jakarta yang diselenggarakan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah.

“Penyuluh harus menjadi agen moderasi karena saat ini muncul apa yang disebut New Urban Moslem atau muslim baru perkotaan,” ucapnya

Muslim New Urban adalah sebuah kelompok yang dalam mengekspresikan keagamaannya berbeda dengan masyarakat pada umumnya, dengan ciri-ciri yaitu pengetahuan agama rendah tapi semangat menjalankannya tinggi dan mereka sering kali menonjolkan simbol-simbol agama.

“Untuk mengkonter hal ini para penyuluh harus mahir dan aktif di media sosial mengkampanyekan moderasi beragama karena media sosial rujukan utama para new urban moslem,” pesannya

Zayin menambahkan bahwa penyuluh itu seperti tenaga medis dalam menghadapi masyarakat. Penyuluh harus melakukan diagnosa, pranogsa dan terapi. Diagnosa merupakan langkah menetapkan masalah yang dihadapi masyarakat berdasarkan latar belakang yaitu dengan mengumpulkan data. Setelah data yang terkumpul ditetapkan masalah yang dihadapi. Langkah prognosis merupakan langkah untuk menetapkan jenis bantuan untuk membimbing berdasarkan kesimpulan dalam langkah diagnosis. Dan langkah terakhir adalah langkah terapi yaitu langkah pelaksanaan bantuan atau bimbingan. Pelaksanaan terapi butuh waktu, proses yang konsisten dan sistematis.

Sementara itu Yani Itsnawati, selaku Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Mandiraja menyampaikan bahwa penyuluh siap mensukseskan Revitalisasi KUA Kecamatan Mandiraja dengan beberapa program.

“Salah satu programnya adalah menjalin jejaring dengan semua stakholder dan pembentukan Kampung Moderasi Beragama,” pungkasnya (yn/ak/rf)