Santri Harus Aktif Perangi Radikalisme, Intoleransi dan Berita Hoax

Kab.Pekalongan– Untuk mencegah aliran radikalisme di wilayah Kota Santri dan sekitarnya, ratusan Santri menggelar Ngaji Kebangsaan, sebuah rangkain dalam menyambut Hari Santri Nasioal tahun 2018. Adapun Ngaji Kebangsaan dihadiri oleh Kepala Kankenag,H. Kasiman Mahmud Desky, Kasi PD Pontren Kankemenag Kab. Pekalongan H.Busaeri, Jajaran Muspida, dilaksanakan di Komplek PPS Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Selasa (9/10).

Dalam Ngaji Kebangsaan dimulai pukl 20.00wib, ratusan Santri dan masyarakat sekitar. Diisi dengan tausiyah Kyai Ma’ruf  dari Pekalongan, para santri juga bertekad untuk terus memupuk rasa kebangsaan dan nasionalisme dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan demikian, aliran radikalisme dapat ditangkal.

Bupati Pekalongan Asib Kholbihi, menyatakan bahwa merebaknya faham radikalisme yang akhir akhir ini terjadi disejumlah wilayah membuat para santri turut prihatin. Untuk itu, para santri memandang harus ikut berperan dalam menangkal aliran radikal dan intoleransi.”tuturnya.

Menurutnya, momen Hari Santri Nasional inilah sangat tepat mengumpulkan para alim ulama, para kyai, santriwan santriwati,tokoh agama, tokoh masyarakat untuk bersama mengaji, berdoa yang dikemas dalam kegiatan“Ngaji Kebangsaan. kegiatan ini diatarbelakangi karena santri merasa prihatin dengan kondisi bangsa ini, sebab adanya aliran radikal. Kemudian intoleran dan merebaknya kabar hoax yang dapat memecah NKRI. Untuk itu santri merasa perlu untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam memerangi radikalisme, intoleransi dan berita hoax,” katanya.

Menurut Kasiman, Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan, mengatakan sebagai santri penerus perjuangan bangsa dan penegak keadilan amar ma’ruf nahi munkar seharuslah dapat memberantas faham radikalisme, intoleran dan hoax.

“Oleh karena itu sebagai santri siap atau tidak siap harus menguatkan tekat bersama seluruh santri nusantara membangun bangsa , siap Hubbul Wathan minal iman (Cinta tanah air sebagian dari iman), Pancasila dan NKRI harga mati untuk,” imbuhnya.(hfrn/rf)