Santri Kudus Ikuti Perkemahan Pramuka Santri Ke 7 Tahun 2017

Kudus РDalam rangka mempersiapkan generasi penerus bangsa  yang mampu menjawab tantangan di era gobalisasi ini, Kemenag Kudus melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren mengadakan Kegiatan Perkemahan Santri yang ke 7 Tahun 2017 selama 2 ( hari ) dari tanggal 21 s/d 22 November 2017 di Bumi Perkemahan Taman Sardi Kajar Dawe.

Kegiatan perkemahan diawali dengan apel bersama yang diikuti oleh Pramuka Santri sebanyak 198 Santri dari 20 Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Kudus. Dalam laporannya, M Kafit selaku Ketua Penyelengga melaporkan bahwa tujuan dari kegiatan PERSADA ini adalah untuk meningkatkan semangat persatuan, kesatuan, cita tanah air dan jiwa patriotisme agar terpatri pada diri para santri, menumbuhkan jiwa pengabdian para santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta sebagai upaya pengembangan wawasan keilmuan dan ketrampilan dan penguatan karakter jati diri para santri sebagai generasi penerus bangsa yang berakhlaqul karimah.

Setelah acara pembukaan, para santri pramuka akan mengikuti berbagai macam perlombaan diantaranya, PBB,Essa Bahasa Arab, Pentas Seni, Majalah Dinding dan Pertendaan dan keaktifan kontingen, sehingga harapannya para santri dapat benar-benar mengisi kegiatan PERSADA ini dengan kegiatan yang positif dan membangun karakter jati diri santri. Dan nantinya yang mendapatkan juara bisa mewakili Kabupaten Kudus pada event yang lebih tinggi dan dapat menjadi duta pertukaran santri mewakili NKRI yang kita cintai ini.

Kafit juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kudus, yang selama ini selalu memberikan apresiasi dukungannya kepada kegiatan keagamaan di Kabupaten Kudus ini, termasuk didalamnya kegiatan PERSADA ini.

Perkemahan Santri Daerah dibuka oleh Sekda Kabupaten Kudus, Noor Yasin yang mewakili Bupati Kudus sekaligus membacakan sambutan Bupati Kudus, yang intinya mengajak para santri untuk selalu istiqomah sebagai umat Nabi Besar Muhammad SAW dan selalu istiqomah menjalankan ajaran Islam hingga akhir zaman.

Melihat semakin besarnya tantangan di era gobalisasi dan maraknya media sosial yang sangat mudah kita akses, kita semua berharap agar para santri dapat menyadari dan membekali diri guna menghadapi tantangan dan persaingan, dengan tetap memperkokoh fondasi karakter pribadi yang baik dan unggul.

Beliau juga tak henti-hentinya mengingatkan dan mengajak kepada para santri agar selalu bersiap diri hadapi tantangan perubahan yang ada, jangan merasa puas dengan apa yang telah kita capai  tapi teruslah berinovasi dan menumbuhkan kreativitas diri dan pelajari hal hal yang baru menuju kemajuan diri kita dan masyarakat.(Eti/bd)