Santri Penuhi Alun-alun Banjarnegara saat Puncak Hari Santri Nasional

Banjarnegara – Menyambut Hari Santri Nasional (HSN), Kabupaten Banjarnegara telah mengagendakan kegiatan yang berhubungan dengan hari tersebut selama 3 hari dengan puncak Apel Ahad pagi (22/10) di Alun-alun kota dengan peserta apel dari berbagai eleman kurang lebih lebih 8000 peserta hadir.

Rangkaian Kegiatan HSN dimulai dengan kegiatan Napak Tilas/ Ziyarah ke makam tokoh-tokoh Banjarnegara (Jumat-20/10). Sabtu pagi serempak Nobar (Nonton Bareng) film Sang Kyai di madrasah2 dan  sekolah Ma’arif sekabupaten Banjarnegara, sebagaimana disampaikan Ketua Panitia HSN, Nafis Atoillah.

Selanjutnya pada sabtu malam diadakan Mujahadah 1 Milyar Sholwat Nariyah dilanjutkan Nobar Sang Kyai bersama masyarakat semua kecamatan sebanjarnegara. Untuk puncaknya adalah Apel Hari Santri Nasional di Alun-alun dimana peserta mengedepankan pakaian santri seperti memakai sarung, baju koko, peci dan busana muslim/muslimah.

Pembina apel dipimpin langsung wakil bupati, H. Syamsudin. Apel juga dihadiri Sekda, Ibu Kapolres, Dandim, Kakankemenag, Ormas Islam, Pengurus PCNU beserta banom dan lembaganya, pengasuh pondok pesantren, Pengawas Agama Islam, guru, santri dan siswa-siswi madrasah MTs/MA negeri maupun swasta

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan esensi dari HSN sebagai pengingat sejarah Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari yang mampu menggerakkan santri, pemuda dan masyarakat untuk bergerak bersama melawan penjajah yang puncaknya 10 Nopember 1945.  “Diharapkan melalui melalui peringatan ini,  agar santri selalu konsisten menjaga perdamaian serta jihad melawan kebodohan dan kemiskinan” disampaikan.

Kyai dan Santri akan selalu berada di garda terdepan mengawal Negara Kemerdekaan Republik Indonesia, memperjuangkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.

Usai apel, dilakukan penandatangan petisi menolak radikalisme dan terorisme oleh Bupati Banjarnegara, Wakil Bupati, Forkompinda, Kakankemenag, Setda Banjarnegara dan perwakilan yang hadir sebagai santri dan bukti loyal kepada negara kesatuan Indonesia.

Tidak ketinggalan berbagai atraksi digelar untuk menghibur peserta dan masyarakat  seperti pencak silat pagar nusa, seni tel-tek, dramband dan lain-lain.  Selesai pagelaran diadakan Ramah Tamah Wakil Bupati Banjarnegara, Kakankemenag, Pengurus PCNU beserta banom dan lembaganya di Pringgitan.(Nangim/Af)