Sarasehan Gerakan Santri Menulis

Slawi – Ketertarikan Suara Merdeka terhadap Pondok Pesantren terutama menulis di kalangan santriwan dan santriwati ditularkan dengan mengadakan Gerakan Santri Menulis dan Sarasehan Jurnalistik Ramadan 2015. Untuk agenda 28/06 dilaksanakan di Kabupaten Tegal tepatnya di Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Babakan Lebaksiu. Yang dihadiri oleh ratusan santri dan utusan dari ponpes lainnya. “Gerakan Santri Menulis Sarasehan Jurnalistik Ramadhan 2015 merupakan yang ke 21 sejak diagendakan Suara merdeka ingin menumbuhkembangkan minat menulis para santri, karena di ponpes banyak potensi-potensi santri yang masih bisa digali dan dikembangkan,” ungkap Gunawan Permadi selaku Wakil Pimpinan Redaksi. Gerakan Santri Menulis ke depan diharapkan terus berjalan.

”Sekitar ada 11 Menteri dari Kabinet Kerja Jokowi yang latar belakang pendidikannya dari pondok pesantren, sehingga para santri jangan pernah ragu dan malu dalam mengembangkan potensi diri,” demikian sambutan dari Sekda Kab. Tegal Haron Bagas Prakosa yang sekaligus membuka secara resmi Gerakan Santri Menulis Sarasehan Jurnalistik Ramadan 2015.

sementara itu Kepala Kankemenag Kab. Tegal Ahmad Ubaidi menyampaikan bahwa diajarkannya tata cara menulis berita yang baik oleh saudara kita dari Suara Merdeka ini suatu bukti Pondok Pesantren sekarang bukan lagi lembaga pendidikan yang tindak penting hanya terfokus ke bidang keagamaan, namun sekarang sudah dikembangkan oleh pemerintah dengan program wajar dikdas yang setara dengan pendidikan formal, sehingga lulus dari pondok dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga terjun di masyarakat mengembangkan ilmu yang didapat dari pondok.

Dulu Waktu Gusdur sebelum menjadi presiden datang ke Desa Danawarih Balapulang, Beliau mempunyai keinginan generasi mendatang khususnya santri, pinternya seperti Pak Habibie, disamping pintar dia memiliki latar pendidikan keagamaan yang kuat pula. (maman)