Sebagian program BOS disalurkan oleh BRI

Semarang – Terpisah dari kerja sama penyaluran program BOS sebelumnya antara Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dengan PT. Bank Tabungan Negara beberapa waktu lalu, kali ini disambung dengan penandatangan kerja sama penyaluran BOS dengan BRI untuk wilayah Karesidenan Banyumas dan Pekalongan ditandatangani oleh kedua Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Drs. H. Ahmadi M.Ag dengan BRI Cabang Purwokerto dan BRI Cabang Pekalongan.

Kerjasama ini adalah yang ke dua, pertama ditandatangan tanggal 14 Januari 2015 oleh Bank BTN dan PT Pos untuk Wilayah Karesidenan Surakarta, Kedu, Semarang dan Pati sedang kan penadatanganan tanggal 19 Januari 2015 ini MoU dengan Bank BRI untuk Wilayah Karesidenan Pekalongan dan Banyumas, penyaluran dana BOS sebelumnya melalui Kantor Pos, sedangkan beberapa tahun terakhir melalui Bank BRI, mengingat dana BOS sekarang sangat mendesak untuk disalurkan maka pelaksanaan perjanjian segera dilaksanakan, sesuai dengan keputusan Tim Evaluasi Manajemen BOS Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, penyaluran dana BOS Madrasah harus dengan perjanjian kerja sama dengan Bank Penyalur.

Karena dana BOS untuk DIPA Kanwil Kemenag Jawa Tengah sebesar Rp. 914.807.000.000 yang terdiri dari :

  1. Madrasah Ibtidaiyah 519.910 siswa Rp. 800.000,- = Rp. 415.928.000.000,-
  2. Madrasah Tsanawiyah 360.440 siswa Rp.1.000.000,- = Rp. 360.440.000.000,-
  3. Madrasah Aliyah 94.839 siswa Rp. 1.200.000,- = Rp. 113.806.800.000,-
  4. Pondok Pesantren Ula 2.598 santri Rp. 800.000,- = Rp. 2.078.400.000,-
  5. Pondok Pesantren Wustha 21.517 santri Rp. 1.000.000,- = Rp. 21.517.000.000,-
  6. Pondok Pesantren Ulya 864 santri Rp. 1.200.000,- = Rp. 1.036.800.000,-

Menurut Kakanwil, salah satu faktor penting yang menjadi pilihan dalam menjalin kerjasama dengan BRI adalah luasnya jangkauan pelayanan perbankan hingga menyentuh pelosok kecamatan. Dengan luasnya jangkauan BRI diharapkan dapat mempermudah proses penyaluran Dana BOS kepada Siswa maupun Santri sesuai domisili.

Dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar dalam menyiapkan Human Resources yang benar-benar siap pakai dan berstandar global. Untuk itulah diperlukan silaturahim yang erat antara Instansi dalam rangka mempersiapkan kesinambungan pendidikan yang praktis dan up to date. Semoga kerjasama ini menjadi tunas baru yang akan terus tumbuh dan berkembang di masa mendatang. Kombinasi yang harmonis antara Madrasah dan Pondok Pesantren yang bermutu ditunjang dengan pendidikan. Maju terus dunia pendidikan dan Pendidikan Indonesia. Keagamaan.(budiawan)