Sebanyak 215 Siswa MTsN 3 Wonogiri Ikuti UAMBN BK Dengan Antusias

Wonogiri – Sebanyak 215 siswa MTsN 3 Wonogiri (MTsN Purwantoro)  mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK)  tahun pelajaran 2017/2018, Senin (02/04) di madrasah setempat, di hari pertama pelaksanakaan ujian berjalan dengan lancar, mereka mengerjakan dengan antusias soal-soal yang di ujikan di personal komputernya masing-masing dengan tenang tertib dan mandiri.

Seperti di ketahui bahwa UAMBN BK  yang dicanangkan oleh Kementerian Agama ini merupakan upaya implementasi program Pendidikan Madrasah guna meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan berorientasi pada kemajuan teknologi dan informasi.Tri Sukses ujian yang dicanangkan agar pelaksanaan dapat berjalan optimal dilakukan dengan yaitu : Sukses Perencanaan dan Administrasi, Sukses Pelaksanaan dan Sukses Hasil.

Menurut Kepala MTsN 3 Wonogiri, H. Joko Supriyanto sukses perencanaan dan administrasi diawali dengan penyiapan sarana dan prasarana serta infrastruktur ujian meliputi regulasi-regulasi, tempat, jaringan internet, listrik, komputer dan administrasi lain.

Dilanjutkan tahap pelaksanaan dengan menyiapkan kompetensi yg harus dimiliki siswa dan mental serta spiritual siswa, pembekalan panitia dan pengawas serta membuat pelaksanaan tertib sistemik sehingga hasil nanti diharapkan bisa maksimal dan baik.

Prosesi ujian menurutnya diawali dengan pembekalan kepada panitia dan pengawas yang sdh hadir 45 sebelum pelaksanaan. Sesi 1 peserta dibariskan di depan pintu ruang diberikan kartu peserta, berdoa dan masuk satu persatu sambil.menyalami pengawas dan proktor.

Selanjutnya menempati bangku dan laptop sesuai dengan no urutan serta no peserta. Dengan arahan dan bimbingan proktor para siswa memasukan username dan pasword untuk mulai mengerjakan.

Kepala Kankemenag Wonogiri, di sela-sela monitoringnya kembali  menegaskan bahwa UAMBN-BK harus disikapi dengan serius mengingat ujian akhir masih menjadi salah satu barometer pengukur keberhasilan anak didik di madrasah yaitu sebagai bahan evaluasi yang harus di laksanakan dengan jujur, aman, tertib serta peserta didik mampu mengikuti ujian dengan baik dan terus giat belajar.

Selain itu, menurutnya ujian madrasah merupakan momentum untuk lebih mengenali kemampuan diri. Karenanya, kejujuran dan nilai integritas dalam menjalani ujian harus dikedepankan, sudah semestinya moment ujian dihadapi dengan semangat untuk lebih giat belajar.

“UAMBN BK  harus sebagai bahan pertimbangan dalam pemetaan mutu madrasah, umpan balik perbaikan program pembelajaran, dan alat pengendali mutu pendidikan di madrasah, sehingga Madrasah Hebat, Bermartabat dan Bersahabat bukan hanya menjadi slogan tetapi suatu kenyataan,” harap Subadi. (Mursyid_heri/Wul)