Sejumlah Madrasah Adakan PTM Terbatas

Rembang –Sejumlah madrasah di Rembang sudah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas. Dalam beberapa hari terakhir, pelaksanaannya akan dievaluasi.

Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Syadullah mengatakan, beberapa madrasah yang sudah melakukan PTM secara terjadwal di antaranya yaitu MAN 2 Rembang dan MTs Maslakul Huda Sluke.

Syadullah mengatakan, diizinkannya PTM tersebut sesuai dengan arahan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jateng. “Arahan dari Kanwil yang sudah uji coba PTM bisa melaksanakan PTM. Sementara yang belum melakukan simulasi PTM bisa segera melakukan simulasi PTM,” jelas Syadullah.

Selain sudah mendapatkan lampu hijau dari Kanwil Kemenag Jateng, PTM 3 madrasah tersebut juga sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid kecamatan setempat.

Di MAN 2 Rembang, PTM dilaksanakan secara terbatas. “Mulai tanggal 23-26 Agustus 2021. Empat hari ini dijadwalkan untuk kelas X yang terdiri atas 12 rombel. Sehingga setiap hari yang masuk 3 rombel, ” jelas Kaur TU MAN 2 Rembang, Siti Asrofah ketika diwawancara Jumat (3/9/2021).

Sementara untuk kelas XI masuk minggu berikutnya Senin selasa tanggal 30-31 Agustus 2021. “Kelas XI ada 12 Rombel. Sehingga per hari ada 6 rombel yang masuk,” sambung Asrofah.

Sementara untuk kelas XII masuk Hari Rabu-Kamis ( 1-2 September 2021) sehari 6 rombel. “Untuk hari Jumat dan Sabtu tidak ada PTM, namun digunakan untuk pembibingan lomba, tahfidzul quran dan qiroatul kutub serta pendampingan bagi siswa yang belum lancar baca Alquran,” lanjut Asrofah.

Asrofah mengatakan, PTM yang sudah dilakukan akan dievaluasi. “PTM yang sudah berjalan akan dievaluasi. Mulai Senin depan akan dijadwal ulang mbak. Sambil menunggu izin dan vaksin untuk siswa,” lanjut Asrofah.

Sementara di MTs Maslakul Huda, Sluke, PTM diawali dengan persiapan izin dari instansi terkait, seperti tim gugus tugas Covid-19 kecamatan, yaitu Puskesmas Sluke, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kemenag Rembang dan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. “Dan yang paling penting kami sudah mengantongi izin dari orang tua siswa. 100% orang tua mengizinkan,” ujar Sumardi.

Pelaksanaan PTM dilakukan dengan prokes ketat. Sumardi mengatakan, pihaknya sudah melengkapi semua sarpras yang dianjurkan untuk PTM, seperti banner himbauan prokes, handsanitizer, Thermogun, sabun cuci tangan, tempat cuci tangan, dan bilik desinfektan.

“Kami menerapkan aturan prokes ketat. Siswa datang langsung cuci tangan dengan air mengalir dan sabun dan dicek suhu. Siswa juga masuk bilik disinfektan, dilarang berjabat tangan, dan kemudian masuk kelas menempati tempat duduk yang mejanya tidak disilang,” jelas Sumardi.

Dari jumlah siswa MTs Maslakul Huda sebanyak 409 siswa. PTM di MTs Maslakul Huda dilakukan dengan kapasitas 50 %. Waktu pembelajaran yaitu pukul 08.00 – 12.00 WIB. “Tiap ruang maksimal 18 siswa. Sedangkan sebagian mengikuti pembelajaran daring dari rumah,” imbuhnya. — iq