Sekalipun di Pesantren, Gelar Sarjana bisa Diraih

Rembang — Kasi Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama, Musthofa mengungkapkan bahwa masyarakat kini tidak perlu khawatir lagi mempercayakan putra-putrinya untuk menimba ilmu di pesantren. Bukan hanya mendapatkan nilai plus yaitu memperdalam ilmu-ilmu Islam, namun kini santri juga memperoleh jaminan mendapatkan gelar sarjana layaknya berkuliah di perguruan tinggi negeri.

“Program Ma’had Aly di pesantren, kini sudah bisa diakui sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan berbasis pesantren, sehingga lulusannya meraih gelar sarjana. Peresmian ini sudah dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada Senin (30/05), di Mahad Aly Hasyim Asyari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang,” terang Musthofa saat menghadiri peresmian tersebut bersama dengan pengelola Ma’had Aly PP Al-Anwar, Sarang, Rembang.

Dalam peresmian tersebut, Ma’had Aly Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang merupakan salah satu Ma’had Aly yang diresmikan bersama dengan 12 Ma’had Aly lainnya. Adapun di Jawa Tengah, selain Al-Anwar, Ma’had Aly Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati (Jateng), juga diresmikan Menag. PP Al-Anwar sendiri diresmikan sebagai Ma’had Aly dengan program takhasus “Tasawwuf dan Tarekat” (Tashawwuf wa Thariqatuhu). Berbeda dengan PP Maslakul Huda Kajen Pati yang memiliki program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu).

“Jadi di Jawa Tengah, ada dua Ma’had Aly yang sudah diakui sebagai perguruan tinggi,” jelasnya.

Terbuka luas bagi masyarakat

Musthofa mengatakan, era kepemimpinan kabinet kerja sekarang semakin membuka luas akses pendidikan bagi kalangan masyarakat, utamanya di lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantrem yang notabene bersifat non formal.

“Beberapa waktu lalu juga sudah diresmikan Madrasah Diniyyah yang diselenggarakan oleh pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan formal. Sehingga disebut sebagai Madrasah Diniyyah non formal. Hal ini patut menjadi kebanggaan, karena yang nyantri di madin pun sekarang sudah mendapatkan ijasah sama seperti di lembaga pendidikan formal,” urainya.

Musthofa berharap, peresmian Ma’had Aly ini bisa menjadi ghirah bagi pesantren-pesantren lainnya untuk lebih memajukan lembaganya. Dan masyarakat tak perlu ragu lagi untuk menitipkan putra-putrinya di madin maupun pesantren. Karena santri pun sudah mendapatkan kesempatan yang sama dengan siswa yang menempuh pendidikan di madrasah/sekolah. “Dengan kondisi perkembangan zaman yang sarat dengan dekadensi moral seperti sekarang ini, justru pendidikan di pesantren menjadi pilihan yang tepat. Selain itu, lulusan Ma’had Aly bisa mencari kerja dengan gelar sarjananya. Tentunya dengan nilai plus, yaitu berbekal moral dan pondasi-pondasi agama yang kokoh yang diperolehnya dari pesantren,” papar Musthofa.

Al-Anwar sendiri merupakan salah satu pesantren yang memiliki ribuan santri. Di bawah asuhan KH Maimun Zubair, Al-Anwar juga mempunyai program Mu’adalah yang juga sudah disetarakan dengan lembaga pendidikan formal.—(Shofatus Shodiqoh/gt)