Sekjen : Jangan Biarkan Perbedaan Menodai Kerukunan

Surakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, H. Nur Syam, malam ini hadir di Kota Surakarta dalam pembukaan Rakernas Bimas Kristen Pusat dan Daerah. Sekjen hadir didampingi oleh Dirjen Bimas Kristen, Odita Hutabarat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, H. Ahmadi, Wali Kota Surakarta, diwakili Kabag Humas dan Protokol, Heri Purwoko, dan Kepala Kankemenag Kota Surakarta, H. Muslim Umar.

Rakernas dengan tema “Melalui Rakernas Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama Siap Mengimplementasikan Lima Nilai Budaya Kerja Dalam Pelayanan Kepada Masyarakat” sebagimana dilaporkan oleh Sekretaris Ditjen Bimas Kristen bertujuan: 1) Menambahkan persepsi kebijakan pemerintah bidang pembangunan agama; 2) Mempercepat akselerasi program pusat dan Daerah; 3) Meningkatkan wawasan pengetahuan dan sikap mental dangan rangka peningkatan kinerja.

Peserta terdiri atas pejabat Ditjen Bimas Kristen Pusat, Kabid, Akademisi dan Penyelenggara Bimas Kristen se Indonesiadengan jumlah 119 orang hadir di Hotel Sunan Solo mengikuti kegiatan yang diselenggarakan mulai hari ini hingga tanggal 2 Juli 2015.

Nur Syam dalam sambutannya mengatakan saat ini banyak diselenggarakan rapat kerja yang menjadi momentum yang sangat penting untuk menyamakan persepsi kebijakan pemerintah pusat untuk selanjutnya dijabarkan di seluruh tanah air, termasuk dalam rangka implementasi nilai budaya kerja yang telah dicanangkan oleh Menteri Agama RI.

Dalam kesempatan itu Sekjen mengapresiasi keberhasilan serapan anggaran terbaik kedua di Kementerian Agama oleh Ditjen Bimas Kristen dengan prosentase sebesar 95,9% pada tahun 2014. “Capaian ini tentunya semakin memacu kita untuk bekerja lebih keras lagi pada tahun ini karena berpeluang menumpuk pada akhir tahun. Untuk itu saya berharap prestasi yang telah dicapai bisa dipertahankan”, harapnya.

Pada tahun 2016 diperkirakan anggaran di Kementerian Agama akan meningkat cukup signifikan dan akan ada rekrutmen CPNS sehingga kekurangan tenaga yang terjadi di lingkungan Ditjen Bimas Kristen khususnya akan teratasi.

Menurut Nur Syam, “Para pejabat saat ini adalah termasuk pejabat yang beruntung, karena tidak harus melaui assessment. Meski demikian harus benar-benar memahami misi utama kementerian agama”, tandasnya. Misi utama Kementerian Agama pertama adalah meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama. Kedua, meningkatkan kerukunan antar dan intern umat beragama. Ketiga, menyediakan pelayanan kehidupan beragama yang merata dan berkualitas. Keempat, meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan. Kelima, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel dan terpercaya.

Dijelaskan Nur Syam bahwa setiap agama membawa kebenaran bagi dirinya sendiri dan tidak mengakui kebenaran agama yang lain. Hal ini adalah wajar karena itu sebuah dalil. Tidak ada yang mengatakan bahwa agamaku salah dan agamamu yang benar. Hal ini yang harus diwaspadai karena seringkali menjadi pemicu timbulnya konflik. “Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun dan menjaga kerukunan ini”, tegasnya. Boleh saja terjadi persaingan tetapi harus didasarkan pada partnership sehingga tidak selamanya persaingan itu bersifat destruktif. (Fat)