Pengawas PAI Kankemenag Kab.Semarang Saat Memberikan Bimbingan dan Pengarahan di SMPN 2 Tengaran

Sekolah Model PAI, Role Model Pembelajaran Masa Depan

Ungaran – Berdasarkan hasil rapat koordinasi program kerja yang diikuti oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pembantu kepala sekolah semua bidang dan pengurus komite beberapa waktu lalu, SMPN 2 Tegaran dipastikan bersiap menuju sekolah Model PAI.

Demikian disampaikan oleh pegawas PAI Kankemenag Kab.Semarang, Amin Nurbaedi dalam bincang santai bertajuk religius culture bersama pengurus harian kelompok kerja pegawas (Pokjawas) Kankemenag Kab.Semarang di ruang sekretariat, Selasa (10/8).

Dalam kesempatan tersebut dirinya menyampaikan bahwa posisi lembaga pendidikan ke depan akan menjadi rujukan para orang tua dalam mengamanahkan putra-putrinya untuk dididik dan menimba ilmu. Maka penting sekali bagi sekolah untuk meletakkan pondasi dasar program kerjanya yang berorientasi pada pembelajaran sekolahmodel PAI. Sekolah yang membudayakan nilai-nilai agama dalam bingkai Rahmatan Lil ’Alamiin, yang mampu menjadi penjembatan keharmonisan kehidupan yang toleran.

“Sebagaimana diketahui bahwa SMP Negeri 2 Tengaran saat ini telah menjadi sekolah yang menjuarai Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional, Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah dan menjadi rujukan study banding dari sekolah-sekolah lain baik dari Jawa Tengah maupun dari luar Provinsi Jawa Tengah. Maka dengan adanya sekolah yang mendeklarasikan diri menuju sekolah model PAI pada tahun ini, semoga bisa menginspirasi sesama pengawas dalam mengawal suksesnya pembelajaran PAI di sekolah umum yang menjadi binaan kita,” katanya.

Tak lupa Amin Nurbaedi juga mengajak kepada sesama pengawas untuk lebih tertib administrasi dalam mendokumentasikan seluruh dokumen kerja dalam bentuk laporan yang bisa digunakan sebagai penunjang angka kredit saat pengusulan kenaikan pangkat.

“Maka penting pula kami ingatkan bahwa  kerja dan kinerja kita haruslah didasarkan pada program yang jelas, implementasi kerja dengan berorientasi pada indikator kerja serta target kerja yang terkendali. Meski proses itu lebih penting dari sekedar hasil akhir, namun jangan lupa untuk bisa mendokumentasikan kerja kita sebagi laporan yang tersimpan baik soft copy maupun hard copy,” pugkasnya. (shl/bd)