Selain Mengajar, Guru Dituntut Mampu Mengolah Suara

Purbalingga – Tak hanya pandai mengajar, mendidik dan membimbing anak didiknya, guru memiliki satu tuntutan yang tidak semua mampu memenuhinya yaitu kemampuan mengolah suara. Banyak guru yang dianugerahi suara emas sehingga mampu menyenangkan hati anak didiknya. Tetapi  tidak bisa dipungkiri bahwa masih ada sebagian guru yang belum mampu mengolah rasa melalui seni suara karena berbagai faktor. Meskipun memiliki cukup keberanian diri tampil di panggung, kesempurnaan olah rasa melalui seni suara membutuhkan modal lainnya yaitu kepekaan dan kehalusan rasa dalam mengolah artikulasi suara termasuk dalam menghadapi audien.

Hal ini terlihat pada acara Lomba Menyanyi Tunggal (Solo Song) Religi bagi Guru Madrasah/ Sekolah di lingkungan LP Ma’arif Purbalingga, Kamis (28/09). Lomba yang digelar dalam rangka Harlah ke-88 Ma’arif dilaksanakan di Aula PC LP Ma’arif NU Purbalingga dan diikuti oleh 29 orang peserta dari  SMP/ MTs/ SMA/ SMK dan MA  Ma’arif NU se-Purbalingga.

Ketua Panitia Penyelenggara Lomba, Bambang Setiawan dalam laporannya menyampaikan tiga tujuan penyelenggaraan lomba.

“Tujuan penyelenggaraan lomba ini adalah untuk memberi dorongan kepada para peserta lomba dalam upaya pembinaan dan penyaluran minat dan bakat di bidang seni musik. Juga untuk meningkatkan kepekaan dan kehalusan rasa sebagai upaya pembentukan watak/ karakter peserta lomba, meningkatkan rasa percaya diri, memupuk persatuan dan kesatuan, cinta tanah air dan saling menghargai antar sesama peserta lomba,” jelas Bambang.

Bambang juga menyampaikan ketentuan lomba, persyaratan, jenis lagu yang dilombakan serta kejuaraan dan hadiah. Setiap peserta yang tampil hanya membawakan salah satu lagu wajib yang ditentukan, yaitu: Surgamu (Ungu), Alhamdulillah (Opick), Sajadah Panjang (Bimbo), Keramat (Rhoma Irama) dan Cintai Aku Karena Alloh (Evie Tamala). Terkait dengan penilaian, panitia mengundang 3 orang Juri profesional dari luar unsur Ma’arif yaitu 1 orang dari Purbalingga dan 2 lainnya dari luar kota  Purbalingga agar proses penilaian lebih netral. Kejuaraan diambil dari peserta dengan nilai terbaik 1, 2 dan 3, dengan Hadiah berupa Piala, Piagam dan Uang Pembinaan.

Tampak hadir dan memberikan apresiasi saat pembagian hadiah, Ketua PC LP Ma’arif, Ahmad Muhdzir beserta Wakil Ketua, Muhtamil. Dari hasil penilaian, Nurlaela Soraya guru MTs Ma’arif NU 05 Majasari berhasil meraih Juara I dengan lagu pilihan “Keramat”. Sedangkan Hindun Munawaroh dari SMP Ma’arif Karanggedang meraih Juara II dengan “Sajadah Panjang”, dan Saeful Millah dari SMA Ma’arif Karangmoncol  mendapat Juara III dengan lagu “Surgamu”.

Salah satu peserta, Hindun Munawaroh menyampaikan kesannya bahwa penilaian lomba menyanyi yang dilaksanakan cukup sportif.

“Saya baru pertama kali mengikuti lomba ini. Alhamdulillah dapat Juara, menurut saya penilaiannya cukup sportif dan juri cukup profesional,” ungkap Hindun.

Menurutnya sebagian peserta tampak kurang persiapan karena mendapat informasi mendadak sehingga dalam penampilan terkesan kurang siap. Bahkan ada penampilan yang membuat juri dan peserta lain melepaskan tawanya. Namun hal tersebut justru memberi hiburan tersendiri bagi  seluruh yang hadir termasuk juri dan panitia lomba. (sar/gt)