Selamatkan Generasi Muda dari Faham Radikalisme Agama

Wonogiri – Untuk mencegah berkembangnya faham radikalisme di kalangan generasi muda, perlu adanya pemahaman wawasan kebangsaan. Mengingat dewasa ini, banyaknya aliran yang notabene metamorfosa faham radikal, embrionya sudah mulai nampak di daerah Wonogiri ini.

Salah kegiatan yang si selenggarakan Forum Dai Kabupaten Wonogiri adalah dialog interaktif membahas penguatan wawasan kebangsaan diharapkan mampu melindungi generasi bangsa ini dari ancaman radikalisme, Rabu (29/03) di Oke RestoWonokarto.

Acara yang dihadiri oleh Ormas Islam dari unsur NU, Muhammadiyah, Ponpes, MMI, MTA dan LDII ini lebih menekankan kepada organisasi kepemudaan di bawahnya, seperti Pemuda Muhammadiyah, GP Anshor, Fatayat NU, dan KNPI.

Sebagai pembicara dengan menghadirkan Ketua FKUB Wonogiri (H. Soetopobroto), Wakapolres Wonogiri (Kompol H. Fahrudin) dan KH. Dian Nafi’ (Pengasuh Ponpes Al-Muayyad Windan Sukoharjo).

Kegiatan bertujuan menjaga kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama, menengarai, radikaisme dan kerusuhan yang terjadi di negeri ini banyak disebabkan oleh banyak faktor. Antara lain dipicu oleh kepentingan politik antar partai polisik, antar organisasi agama, organisasi kemasyarakatan.

Sedangkan Kasi Pakis Kemenag Wonogiri, Hidayat Maskur senada dengan ketua FKUB menyampaikan bahwa tanggung jawab atas kerukunan umat beragama adalah tanggung jawab seluruh umat beragama. Masalah Kerukunan umat beragama harus terus kita perhatikan secara seksama, karena agama memainkan peranan yang penting dalam segala aspek kehidupan ini.

Mengingat kerukunan umat beragama merupakan modal utama dalam menjaga integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia. Diharapkan masyarakat bisa menerima segala bentuk perbedaan juga hidup berdampingan secara damai. Nilai-nilai kemanusiaan akan lebih diutamakan daripada mempertentangkan perbedaan ideologi atau perbedaan keyakinan, toleransi antar sesama umat akan bernilai tinggi dan tidak akan mudah menghujat paham.

Selain itu sebagai warga negara, seluruh elemen masyarakat wajib mengawal Pancasila dan satu kesatuan bangsa. Pada dasarnya di dalam suatu ajaran agama tidak pernah mengajarkan perpecahan, oleh sebab itu jika gerakan-gerakan gerakan radikal yang mengatasnamakan agama ataupun ideologi lain, maka hal tersebut telah salah dalam mengaplikasikan wawasan kebangsaan yang dipahaminya.

Kerukunan Tanggung Jawab Seluruh Umat Beragama

Ketua FKUB H. Soetopobroto menyampaikan mengenai antisipasi konflik-konflik yang ada dalam masyarakat, tentang intensifikasi Forum Komunukasi Umat Beragama (FKUB) ini agar terjalin persepsi yang sama, untuk selanjutnya mendapatkan hasil maksimal dalam memperkuat kerukunan umat beragama di masyarakat.

Keberadaan FKUB sangat vital dan strategis yaitu sebagai penjaga aktif garis kerukunan antarumat beragama di Indonesia, bentengi anak muda dari paham yang salah dan radikal serta ciptakan iklim kondusif di kota gaplek.

Mengingat Indonesia adalah negara plural, keberagaman yang ada di Indonesia yang tidak ternilai harganya adalah suatu kekayaan bangsa. Keberagaman yang jika terjaga dengan baik akan tampak seperti mozaik yang indah, tetapi jika sebaliknya maka segala bentuk perbedaan yang ada akan menjadi senjata yang bisa memecah belah bangsa Indonesia. Keberagaman harus di maknai dengan arif dan bijak sehingga bisa menjadi alat menggapai suatu kebahagiaan. (Mursyid__Heri/gt)