Selektif dan penuh harap

Noted : Berita ini dipublish di kemenag aja krn kurang bobot …miksh utk tetap semangat menulis

Purwokerto, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, membuka rekrutmen calon petugas yang akan menyertai jamaah haji 2019. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh Kabupaten Wilayah Indonesia. Kasi Haji Kemenag Kab. Banyumas Purwanto Hendro Puspito, Senin (25/2/2019) mengatakan, pendaftaran calon petugas haji sudah dimulai dari tanggal 14 Februari 2019 untuk mencari petugas haji yang memiliki kompetensi dan integritas yang baik. Dari pelamar sebanyak 22 rata-rata dari guru dan hanya 1 yang tidak lolos berkas.

Para calon petugas haji yang mengikuti ujian tersebut akan menempati posisi sebagai Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) 14 orang, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) 7 orang dan petugas non kloter PPIH Arab Saudi 1 orang. Tes tertulis di tingkat Kankemenag Kab Banyumas dilaksanakan pukul 08.00 s.d. 09.00, yang dilanjutkan dikoreksi oleh Drs.H. Akhsin Aedi, M.Ag./Kota pada tanggal 25 Februari 2019,

Beberapa persyaratan untuk TPIH seperti usia 30-58 tahun, S1 jurusan keagamaan, diutamakan sudah menunaikan ibadah haji, memahami manasik haji, memiliki kemampuan manajerial dan koordinasi kepemimpinan, diutamakan mampu bahasa arab dan inggris. Sementara untuk TPIHI persyaratannya, usia minimal 30 tahun dan maksimal 65 tahun, pendidikan S1 keagamaan atau kemampuan sederajat, sudah menunaikan ibadah haji, memiliki kemampuan dibidang bimbingan ibadah dan manasik, diutamakan memiliki sertifikat pembimbing, dan mampu bahasa arab dan inggris.

Kepala Subbag TU Kankemenag Kab Banyumas Ibnu Asaddudin, saat pembukaan ujian menyampaikan bahwa, “rekruitmen calon petugas haji ini sangat penting. Karena mereka nanti akan memandu dan membantu para jamaah selama di tanah suci. Seluruh peserta mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi petugas haji melalui persaingan yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pesannya.

Selain itu, para calon petugas harus sportif, konsekuen dan konsisten serta mengutamakan profesionalitas dan meminta kepada para peserta yang nanti tidak lulus menjadi petugas haji, agar tidak berkecil hati. “Kepada peserta yang lolos dalam seleksi, kami harapkan segera mempersiapkan diri karena masih ada proses yaitu tes sistem CAT yang akan menentukan keputusan akhir sebagai petugas selanjutnya,” ujarnya.