Self Regulation Skills, Wujudkan Guru RA yang Kreatif, Kritis dan Inovatif

Pati – Dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru Raudlotul Athfal (RA) dalam membentuk karakter siswa RA secara efektif dan efesien untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang handal, berkepribadian luhur dan taat beragama pada jenjang pendidikan selanjutnya.

Untuk itu IGRA Kabupaten Pati mengadakan kegiatan Workshop Ikatan Guru Raudhlatul Athfal dengan tema “ Mewujudkan Guru yang Kreatif, Kritis dan Inovatif melalui Pengembangan Self Regulation Skills pada anak usia dini”, sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional 2017, berlangsung di aula Pragolo Pati Jl. Raya Pati-Kudus Sukoharjo Margorejo Pati, Selasa (25/4).

Ketua panitia Mustarikatun dalam laporannya menyampaikan, workshop tersebut diikuti oleh 220 guru RA se-Kabupaten Pati, dengan menghadirkan narasumber dari Konsultan pendidikan Anak Usia Dini  (PAUD) Semarang (Ismuwati).

Sementara Kepala Kankemenag Kabupaten Pati Akhmad Mundakir dalam sambutan arahannnya sekaligus membuka acara menyampaikan bahwa guru RA dituntut untuk mampu menciptakan kreasi-kreasi baru dalam rangka menunjang pelayanan pendidikan pada anak-anak, disamping itu guru RA harus Sabar dalam mendidik siswanya.

Mundakir merasa bangga dengan semangat juang guru-guru Raudhatul Athfal (RA) yang berkontribusi mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan usia dini. Pendidikan agama yang digagas oleh guru dan pengurus RA ini bersifat pemikiran, pengetahuan dan prilaku yang akhlakul karimah.

“Saya jujur merasa bangga dengan semua guru-guru RA karena sangat berkontribusi mencerdaskan anak-anak Indonesia usia dini. Yang mendasarinya dengan pendidikan agama sehingga semua ini bersifat pemikiran yang agamis, pengetahuan umum, dan yang terpenting menciptakan prilaku-prilaku generasi muda yang akhlakul karimah,” tutur Mundakir.

Mundakir mengatakan, Pendidikan merupakan kebutuhan yang hakiki bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Salah satu tugas negara ialah mencerdaskan anak-anak bangsa. Dan melalui pendidikan usia dini yang dibimbing oleh guru RA melalui pendidikan berbasis agama dan pengetahuan umum anak-anak Indonesia akan menjadi generasi yang cerdas dan tugas negara terpenuhi,” ujarnya.

“untuk itu kami berharap bagi peserta betul-betul dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga apa yang disampaikan nara sumber, maupun sharing dari sesama peserta dapat berguna untuk perbaikan pada satuan pendidikannya,” pungkasnya. (Athi’/bd)