Semangat dan Disiplin Antar MA Maarif Borobudur Juara 1 Sepak Takraw

Magelang – MA Maarif Borobudur awalnya bukan sekolah yang diperhitungkan dan menjadi pilihan pertama para orang tua di kecamatan Borobudur untuk menyekolahkan anaknya. Kegigihan para Guru dan semangat belajar para siswanya ternyata mencuri perhatian akhir-akhir ini.

Dalam kegiatan Pekan Pekan Olahraga dan Seni Maarif (PORSEMA) dan Olimpade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU) Tahun 2017 Tingkat Kabupaten Magelang lalu, MA Maarif Borobudur berhasil memborong kejuaraan (baca MA Maarif Borobudur Borong Piala pada PORSEMA Kab. Magelang).

Dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Magelang Tahun 2017 lalu, MA Maarif Borobudur berhasil meraih Juara 1 Sepak Takraw Putra dan Juara 3 Sepak Takraw Putri (baca Madrasah Ukir Prestasi di POPDA Kab. Magelang).

Utari, guru Penjaskes menyampaikan (Kamis, 16/03/2017), bahwa sebenarnya tidak ada yang istimewa dari para siswanya.

“Siswa-siswa kami kebanyakan dari golongan miskin, dan bukan dari NEM tinggi, yang hanya pas-pasan saja. Namun keteguhan, semangat belajar, dan kerja keras selama menempuh pendidikan di MA Maarif Borobudur telah menempanya mempunyai semangat para juara,” kata Utari.

“Latihan yang ketat seminggu tiga kali bagi team takraw MA Maarif Borobudur membuat mereka jadi pemain yang tangguh dan terampil. Saat di bangku SMP/MTs, mereka belum mengenal sepak takraw, di sini mereka belajar dan dilatih, akhirnya jadi juara,” lanjutnya.

“Ini Imam Agus Faisal, siswa kelas X. Dulu sangat suka suka sepak bola dan tak mengenal takraw. Di madrasah ini ia belajar dan sangat tertarik. Kemajuannya sangat pesat, meski masih kelas X, Imam sudah mampu melakukan smash lompat dengan sangat keras layaknya pemain profesional,” papar Utari.

Seperti hanya Imam, tidak ada yang istimewa bagi  Zainul Arifin, siswa kelas XI. Posturnya kecil dan terkesan lemah-lembut. Namun di lapangan, ia bisa menjadi  pengumpan bola yang sangat akurat, smash lompatnya sangat keras.

“Memang rata-rata tahun ini pemain takraw MA Maarif Borobudur posturnya kecil dan pendek, hanya Ahmad Miftahul Zain yang paling tinggi posturnya,” lanjut Utari. “Namun yang membanggakan, mereka sangat disiplin dan semangat latihan. Banyak yang heran karena ketika masih SMP mereka biasa saja.” tambah Utari.

Semangat Muhammad Ahsan, Kepala Madrasah yang berpendapat bahwa setiap anak bisa menjadi juara, memacu para guru di madrasah untuk mengambil peran melejitkan potensi dan kemampuan mereka.

Utari melanjutkan, Tim putri yang meraih juara 3 pada POPDA tahun ini mendapat apresiasi dari para juri. Karena rata-rata pemain sudah bisa smash lompat. Keterampilan itu masih jarang bisa dilakukan oleh pemain putri team lainnya.

Dengan semangat dan ketekunan, Utari berharap anak didiknya dapat meraih prestasi yang lebih tinggi, misalnya di tingkat nasional.

“Ini tentunya sangat membanggakan. Bermain bersama dengan para siswa yang bermental juara, disiplin, tekun, sekaligus berakhlakul karimah,” tegas Utari. (muslih-m45k-Af)