Semangat Paskah wujudkan keteladanan yang membanggakan

Karanganyar – Semangat paskah merupakan momentum yang tepat bagi umat Katolik untuk bangkit dan berubah ke arah yang lebih baik. Pesan pembaruan dan transformasi yang dibawa paskah sejalan dengan cita-cita yang kini digelorakan Kementerian Agama seluruh Indonesia.

Pada sebuah acara Perayaan Paskah 2015 se-Solo Raya di Rumah Makan Putri Duyung Karangpandan, Kamis, 9/4/2015, Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Wiharso mengatakan bahwa semangat paskah agar diimplementasikan pada lima nilai budaya kerja Kementerian Agama.

“Spirit Paskah yang merupakan semangat kebangkitan umat Katolik selayaknya dapat membawa inspirasi bagi kita semua. Saat ini dalam Kementerian Agama ada lima tata nilai budaya kerja yang harus diperhatikan dan diperjuangkan oleh seluruh pegawai, tidak terkecuali yang membidangi umat Katolik. Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung jawab dan Keteladanan harus menjadi pedoman kita untuk bertindak dalam kehidupan sehari-hari’, Ucap Wiharso.

Kegiatan yang diberi tema “Bangkit Bersama Kristus Menjadi Pribadi (Guru Agama) Katolik yang dibanggakan dan dirindukan” ini diikuti oleh Guru Agama Katolik, Penyelenggara Katolik, Karyawan dan Pengawas Pendidikan Agama Katolik se Solo Raya. Hadir juga pada kesempatan itu Pembimbing Masyarakat Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Sulardi Paulinus.

Dalam sambutannya, Pembimas Katolik, Paulinus mengatakan bahwa perjalanan prapaskah yang dimulai sejak tanggal 18 Februari 2015 lalu agar mampu mengadakan pertobatan yang berbuah bagi diri sendiri dan lingkungan masyarakat, sehingga dapat menjadi pribadi yang dibanggakan dan dirindukan.

“Salah satu pesan umum Paskah adalah pesan pembaruan dan transformasi pada seluruh segi kehidupan kita. Namun demikian, harapan akan kehidupan baru bergantung pada sikap hidup dan kualitas hati kita”, pesannya.

Paulinus juga mengajak 350-an peserta yang hadir untuk melakukan pemeriksaan terhadap kualitas rohaninya, yang mana disebut check up rohani. Ini dilakukan untuk mengukur dan mengetahui penyakit-penyakit apa yang bersemayam dalam hati umatnya.

“Setelah menjalani Check-up Rohani, ada obat alami dan gratis yang diberikan ALLAH untuk menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut, yaitu : Satu kapsul rasa syukur setiap pagi, segelas pikiran positif setiap hari, semangkok kesabaran, satu sachet cinta kasih setiap pulang kerja, minum tablet anti sedih setiap malam dan kemudan tidur berselimutkan doa, iman dan harapan”, ucap Sulardi mengakhiri sambutannya.

Perayaan paskah dibawah pengelolaan Penyelenggara Katolik Kementerian Agama se-Solo Raya yang pada tahun 2015 ini terlaksana di Kabupaten Karanganyar pada gilirannya nanti akan terlaksana di kabupaten lain. Semangat suka cita, suasana damai dan semangat kabangkitan umat Katolik semoga membawa kebaikan bagi lingkungannya. (Hadi)