Semarak Idul Adha MAN 1 Surakarta

Surakarta – Idul adha merupakan suatu hari yang di dalamnya memiliki keistimewaan sangat tinggi, berupa nilai-nilai pengorbanan yang begitu hebat yang di angkat dari sebuah kisah Nabi Ibrahim as beserta anaknya Ismail as, yang mana keduanya tersebut termasuk orang yang memiliki keimanan sangat tinggi terhadap Allah SWT sebagai tuhan satu-satunya yang wajib di sembah.

Berbicara masalah idul adha maka tentunya tidak akan lepas dari tiga orang tokoh yang menjadi kekasih Allah yaitu Nabi ibrahim, Nabi Ismail sebagai anaknya dan Siti Hajar. Ketiga orang ini rela mengorbankan diri dan anaknya yang dia sayangi demi menjalankan semua yang di perintahkan oleh Tuhannya serta dari pengorbanannya tersebut melahirkan sebuah syariat penyembelihan hewan qurban.

Dalam rangka meneladani kisah di atas, civitas akademika MAN 1 Surakarta mengadakan kegiatan penyembelihan qurban, Kamis (23/8) yang bertepatan dengan tanggal 11 Dzulhijjah 1439 H. Menurut ketua panitia penyembelihan qurban, Suharno, tahun ini MAN 1 Surakarta menyembelih qurban sebanyak empat ekor sapi.

“Alhamdulillah kami melakukan penyembelihan qurban sebanyak empat ekor sapi, dengan rincian dua ekor dari guru MAN 1 Surakarta dan dua ekor lagi dari siswa. Hewan qurban dari guru dilaksanakan di halaman MAN 1 Surakarta, sedang dari siswa dilaksanakan di Kalijambe, Sragen, yang dilaksanakan oleh siswa-siswi program Boarding School dengan kegiatan bernama ” Serboo” (Semarak Qurban Bersama Boarding School),” kata Suharno.

Mengapa ada dua kegiatan ? Hal ini sebagai wujud kepedulian guru dan siswa kepada masyarakat di sekitar MAN 1 Surakarta dan juga sebagai upaya menanamkan rasa simpati dan empati di kalangan siswa MAN 1 Surakarta.

Kegiatan “Serboo”, lanjut Suharno yang juga selaku waka humas, merupakan kegiatan swadaya dari siswa dan sudah berlangsung setiap tahun. Siswa secara mandiri mengkoordinir kegiatan, mulai dari mengumpulkan dana, menyembelih qurban, hingga mendistribusikan kepada yang berhak.

“Kami berharap dua kegiatan ini bisa saling mengisi dan yang terpenting adalah bagaimana guru dan siswa MAN 1 Surakarta ikut berkontribusi secara aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, sehingga akan terjalin hubungan yang harmonis antara madrasah dan masyarakat,” kata Suharno. (rma/Wul)