Sempat Tertunda, Akhirnya Herawati dapat Melaksanakan Ibadah Haji

Boyolali – Turunnya hujan mengiringi kedatangan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 25 yang berasal dari Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak 351 jemaah dan 5 orang petugas menuruni pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 6507 yang mendarat di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Boyolali pada Selasa (27/09) pukul 19:43 WIB. Nampak upaya maksimal Satuan Petugas (Satgas) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo dalam melakukan evakuasi jemaah menuruni tangga pesawat menuju bis dalam balutan turunnya hujan.

Beberapa Satgas khusus bagi jemaah udzur melakukan evakuasi bagi jemaah sakit untuk dibawa ke Asrama Haji Donohudan Boyolali dengan mobil ambulan, 2 buah ambulan telah terisi jemaah udzur yang memerlukan perlakuan khusus dalam evakuasi menuju asrama. Salah satunya adalah Ibu Hj. Herawati Hadi Wiyono yang turut dalam salah satu ambulan, setibanya di asrama jemaah-jemaah udzur langsung dilakukan observasi di poliklinik untuk pengecekan kesehatan dan perawatan sesuai kebutuhan masing-masing.

Keceriaan menghiasi raut wajah Ibu Herawati, akhirnya beliau dapat menyelesaikan ibadah haji yang menjadi impian semua umat Islam di dunia, senyum ceria dan kebahagiaan tidak dapat disembunyikan, pasalnya pada saat keberangkatan sedianya beliau masuk dalam kloter 25, namun karena alasan kesehatan hampir saja dinyatakan tidak dapat diberangkatkan.

“Alhamdulillah, segala puji hanyalah bagi Allah Saya bisa berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan dan menyelesaikan ibadah haji dan kini bisa kembali lagi ke Tanah Air,” ucap Herawati lega saat dikonfirmasi di Poliklinik Bidang Kesehatan Debarkasi Solo didampingi sang suami Moch Komarudin Suwandi, Selasa (27/09).

Sempat tertunda keberangkatan dari kloternya karena menurut hasil observasi Bidang Kesehatan Embarkasi Solo beliau ditetapkan tidak memenuhi syarat kemampuan dari aspek kesehatan meliputi fisik dan mental yang terukur dengan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan (istithaah) kesehatan haji karena memiliki kondisi klinis chronic kidney disease (CKD) stadium IV dengan peritoneal dialysis/hemodialisis reguler.

“Sekalipun sudah lolos pemeriksaan kesehatan dari daerah, ternyata Bidang Kesehatan Embarkasi Solo waktu itu berpegangan pada Peraturan Menteri Kesehatan nomor 15 tahun 2016, Saya memang menurut catatan kesehatan memiliki penyakit ginjal yang mengharuskan untuk melakukan cuci darah sehingga hal ini yang mengganjal keberangkatan saya,” urainya.

“Sempat akan diberangkatkan dengan kloter 66 namun karena saat itu setelah dicek kesehatan hemoglobin saya dibawah 7,5 g/dL maka terpaksa ditunda lagi demi alasan keselamatan dalam penerbangan,” tambahnya.

Berkat upaya pendampingan kesehatan dan dukungan doa dari seluruh keluarga akhirnya kondisi kesehatan membaik dan memenuhi syarat istithaah kesehatan haji untuk diberangkatkan, alhasil beliau didampingi suami berangkat pada kloter 74 Senin (05/09) pukul 15:35 WIB bersama dengan jemaah asal Kabupaten Semarang, Kota Salatiga dan Kabupaten Sleman.

“Atas ijin Allah dan dukungan doa dari keluarga, akhirnya dengan didampingi suami saya dapat berangkat bersama gabungan jemaah dari berbagai daerah dalam kloter 74 sapu jagat, sesampainya di Tanah Suci kami mengajukan permohonan untuk kembali ke kloter semual 25, Alhamdulillah dapat menyelesaikan ibadah haji dan kini kembali ke Tanah Air dengan selamat tidak kurang suatu apapun,” lanjutnya.

Dengan kedatangan jemaah haji dari Kabupaten Sleman, total jemaah haji yang sudah tiba di Debarkasi Solo sebanyak 8,942 jemaah, yang menjalani perawatan kesehatan di Arab Saudi sebanyak 13 jemaah, dirawat di RS. Moewardi 7 jemaah dan untuk jemaah yang wafat di Arab Saudi sebanyak 32. (gt/gt)