Seorang ASN Selain Meningkatkan Kompetensi Juga Wajib Meningkatkan Inovasi dan Keteladanan

Wonogiri – Kepala Kantor Kemenag Kab. Wonogiri yang di Wakili Kasubbag TU, Haryadi secara resmi menutup Pendidikan dan pelatihan revolusi mental bagi para pejabat baik struktural maupun fungsional dalam wilayah kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Semarang selama 6  hari (5 – 10 Maret 2018), di Aula RM Alami Sayang Ngadirojo, Sabtu (09/03).

Dalam kesempatan tersebut Kasubbag TU, Haryadi mengucapkan terima kasih kepada pihak Balai Diklat Keagamaan Semarang atas kerjasama dan kesempatan yang diberikan kepada 40 orang pejabat struktural maupun fungsional di lingkungan Kankemenag Wonogiri untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan revolusi mental.

Haryadi berharap selama mengikuti diklat ASN Kemenag Wonogiri digembleng dan dibimbing agar memiliki sikap mental yang sesuai dengan gerakan revolusi mental. Sehingga diharapkan usai diklat mereka akan mampu membawa perubahan signifikan di lingkungan masing-masing.

"Setelah mengikuti Diklat kami mengajak ASN lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri untuk mengubah cara kerja yang tadinya pesimis menjadi optimis, pasif menjadi aktif, mengeluh menjadi memberi solusi, intinya semakin ada peningkatan kinerja dan dedikasi di masing-masing tempat kerja nanti, apa yang diterima dalam Diklat ini agar diaplikasikan dan diamalkan ditempat tugas masing-masing, jangan pernah berkata telah mengikuti diklat jika ilmu yang didapat belum diaplikasikan dan diamalkan," tegas Haryadi

Lebih lanjut, Kasubbag TU Kankemenag Wonogiri juga berpesan bahwa sebagai seorang pejabat tidak hanya perlu meningkatkan kompetensi tapi juga meningkatkan inovasi dan keteladanan. "Bagaimanapun hebatnya seorang pejabat dalam hal penguasaan pekerjaan, jika keteladanannya tidak ada maka dia tidak akan berhasil," katanya.

Sedangkan Widyaiswara dari  Balai Diklat Keagamaan Semarang, H. Sholihin menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya proses pelaksanan tugas pokok dan fungsi Kementerian Agama yang dipengaruhi oleh wawasan pendidikan, kemampuan, keterampilan dan sikap pegawai dalam mengoptimalkan semua aset dan sumber potensi yang ada.

Sehingga melalui kegiatan Diklat Di Tempat Kerja (DDTK) Revolusi Mental diharapkan potensi pegawai di lingkungan Kementerian Agama dapat ditingkatkan kemampuan dan kompetensinya secara professional agar lebih berdayaguna dan berhasilguna dalam mengembangkan mutu dan prestasi kerja pada satuan kerja/ unit kerja masing- masing. (mursyid_heri/Wul)