Seorang Jemaah Haji dari Kabupaten Pemalang Wafat

Pemalang – Kabar duka datang dari tanah suci. Seorang jemaah calon haji dari Kabupaten Pemalang telah meninggal dunia di RS King Faisal Mekah, Jumat (3/8) jam 18.00 WAS. Kabar tersebut diterima dari laporan Tim Petugas Haji Indonesia (TPHI) Kloter SOC-11, M. Fakihudin

“Innalillahi wainnailaihi raji'un, telah meninggal dunia Bp. Mukti Wibowo bin Martono, kloter 11 rombongan 1 regu 4 alamat Kaligelang¬† RT. 01/05 Taman Pemalang, akibat serangan jantung,¬† di rumah sakit King Faisal. pada jam 18.00 WAS. Terima kasih”.

Demikian pesan singkat yang dikirim oleh Fakih pada hari Sabtu (4/8) jam 5.33 WIB. Fakih menjelaskan almarhum meninggal karena sakit jantung karena kecapekan. Sebelumnya sepulang sholat Jumat di Masjidil Haram, almarhum tersesat karena tidak tahu jalan pulang.

“Pulang dari sholat Jumat, kesasar jalan, muter muter, mungkin kecapean, pulang diantar petugas. Sampai di hotel mengeluh sakit, ditangani oleh dokter kloter tidak ada kemajuan langsung dirujuk ke RS King Faisal, tidak ada satu jam di UGD wafat,” papar Fakih.

Kepala Kankemenag Kabupaten Pemalang, Taufik Rahman mendoakan agar almarhum khusnul khotimah. Hal itu disampaikannya saat kegiatan apel pagi hari Senin (6/8) di halaman kantor.

“Hari Jumat kemarin ada salah seorang jemaah haji yang wafat atas nama Bapak Mukti Wibowo dari Desa Kaligelang, semoga almarhum khusnul khotimah. Bagi jemaah yang lain mudah-mudahan diberikan kesehatan agar bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji, dan bisa pulang kembali ke tanah air dengan selamat,” kata Taufik dalam pembinaan apel pagi.

Menurut keterangan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, M. Husin sampai saat ini hanya satu jemaah dari Kabupaten Pemalang yang wafat dari 626 orang yang diberangkatkan. Kemudian dia menerangkan ada seorang jemaah yang masih koma di RS King Faisal.

“Bapak Saminto bin Wongsa Sudarma jemaah dari kloter SOC-10 masih dirawat di ICU RS King Faisal karena belum sadar diri akibat stroke pada hari Senin (30/7). Jemaah bertempat tinggal di Desa Kauman Kecamatan Comal. Kami berupaya selalu memonitor kondisi jemaah dengan berkomunikasi dengan petugas kloter,” jelas Husin. (fi/rf)