Sepak Bola Api, Tradisi Santri

Temanggung – Olah raga sepak bola api sebagai olahraga di lingkungan santri yang unik dan menarik. Tidak banyak yang tahu kapan munculnya olah raga unik sepak bola api di Indonesia. Tetapi dari beberapa literatur olah raga ini mulai tumbuh dan berkembang di lingkungan pesantren.

Bagi para santri sepak bola api sangat menarik karena berbeda dengan sepak bola biasa. Sepak bola api tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, keberanian, kecerdikan, kepiawaian serta ketangkasan dalam memainkan bola, melainkan harus dibekali ketangguhan psikis dan kekuatan spiritual. Sebelum bermain, para santri harus melewati “ritual khusus” agar tahan panas dan tidak mempan api. Waktu pelaksanaannya pun di malam hari semakin meneguhkan keunikan olahraga yang mampu memompa andrenalin ini.

Di lingkungan pesantren penyelenggaraan olahraga ini biasanya pada malam bulan ramadan atau bertepatan dengan peringatan hari besar Islam. Oleh karena itu sebagai olahraga tradisional perlu dilestarikan untuk memperkaya khazanah budaya dan tradisi nusantara. Pondok pesantren Karang Santri Bandunggede Kedu mulai 25 s.d 26 November 2018 menyelenggarakan turnamen Sepak Bola Api piala Kapolres 2.

Kegiatan ini, menurut Gus Nurul Yakin, pengasuh Pondok Karang Santri dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah, hiburan dan ikut melestarikan olahraga tradisional tersebut. Kegiatan yang digelar di halaman SMA Nur lintang Ponpes Karang Santri Bandung Gede, dibuka oleh Bupati Temanggung, HM. Al Hadzik dan dihadiri juga Kepala Dinas Olahraga, Pemuda dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Wakil Bupati dan Kapolres serta para kyai dan ulama.

Dalam sambutannya Bupati berharap, agar kegiatan olahraga di pondok pesantren digiatkan sebagai bagian untuk membentuk kedisiplinan di lingkungan para santri.

“Dengan berolahraga disamping meningkatkan kebugaran tubuh, juga dapat meningkatkan kedisiplinan, ” ujar Hadzik.

Dalam kegiatan tersebut selain diikuti para santri juga diikuti oleh anggota Banser dari berbagai daerah di wilayah Eks Karisidenan Kedu dan DIY. Dalam lomba yang memperebutkan piala Kapolres ini mendapat antusias tinggi dari masyarakat. (sr-nm/sua)