Serap Anggaran Dengan Perencanaan Yang Baik

Mungkid – Seksi dan Penyelenggara di Kantor Kemenag Kab. Magelang diharapkan dapat saling berlomba dalam hal penyerapan anggaran melalui perencanaan yang baik, pelaksanaan yang tepat, dan laporan pertanggungjawaban yang akuntabel. Jika menemui kendala, diharapkan dapat disampaikan sehingga dapat diperbaiki bersama.

“Mari fastabiqul khoirot dalam penyerapan DIPA, bikin perencanaan sebaik mungkin, akun diteliti penggunaanya, dan pada bulan April nanti sampaikan laporan kegiatannya dalam forum pengelola DIPA seperti ini. Jangan malu untuk menyampaikan, nanti kita koreksi bersama dan kita temukan perbaikan bersama,” papar Kepala Kantor Kemenag Mad Sabitul Wafa, dalam rapat koordinasi Pengelola Anggaran di Ruang Rapat, Kamis, (1/03/2018).

Wafa mengharapkan forum komunikasi dan koordinasi pengelola anggaran diharapkan dapat menghasilkan solusi yang konstruktif pada setiap masalah penyerapan DIPA..

“Saya berharap forum ini dapat menghasilkan solusi yang konstruktif terhadap masalah-masalah yang dihadapi dalam penyerapan anggaran,” katanya.

Agar pengelolaan anggaran dapat berjalan baik, Sabitul Wafa menghimbau agar semua pengelola DIPA dapat menyisihkan waktu satu hari untuk menelaah serapan DIPA.

“Coba sisihkan satu hari saja untuk menelaah serapan anggaran pada DIPA panjenengan semua, bikin perencanaan yang baik dan evaluasi tiap bulannya,” jelasnya.

Wafa mengingatkan agar Seksi dan Penyelenggara tidak meremehkan laporan pertanggungjawaban kegiatan, dengan mempersiapkan semua hal yang terkait dengan penyerapan anggaran.

“Kegiatan itu kadang terasa mudah pada pelaksaannya namun pada sisi pelaporannya sering terlewat,” lanjutnya,

Terkait dengan gerakan pembayaran nontunai, Wafa meminta agar dikoordinasikan dengan baik khususnya terhadap pembayaran yang nominalnya kecil dan menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti honor kegiatan agar prosedur menjadi mudah dan nyaman, dan besar nilai manfaatnya.

“Misalnya pada kegiatan Wawasan Rahmatan Lilalamin, honor peserta kegiatan yang hanya Rp. 50.000,00 saja masak harus disampaikan lewat rekening,” kelakarnya.

Kepada peserta rapat, Wafa mengajak tahun 2018 menjadi  Tahun Data. Ia mengajak segeno ASN di Sek Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantr untuk mengawali dengan mengubah paradigm yang sudah melekat di Pondok pesantren dengan ungkapan “Miskin data banyak tuntutan” menjadi “Banyak data miskin tuntutan”.

“Mari tahun ini kita jadikan tahun data, bangun data pada elemen administrasi Pondok Pesantren dengan baik di semua lini, data pengasuh, santri dan media serta fasilitas belajar mengajarnya,” ajaknya.

“Wujudkan rasa memiliki dan handarbeni terhadap kantor dengan melibatkan ASN dari seksi lain sehingga terwujud kerjasama yang baik, misalnya kegiatan pemberangkatan haji dan pelaksanaan ujian pada madrasah,” ajaknya.

Sabitul Wafa juga menyampaikan keinginannya untuk mengunjungi umat-umat penganut Agama Buddha, Kristen serta Katolik mealui silaturahmi dan berdialog tentang apa yang mereka harapkan dari Kementerian Agama.  

“Saya ingin menjangkau yang belum terjangkau, dan melayani yang belum terlayani,” katanya. (at/am/bd)