Seribuan Siswa Jalan Sehat Bersama Peringati Milad MIN 2 Sukoharjo

SUKOHARJO – Dua puluh lima tahun yang lalu telah terbit sebuah Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 224 Tahun 1993 tentang pendirian beberapa madrasah negeri di Kabupaten Sukoharjo. Salah satu madrasah tersebut yaitu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Sukoharjo yang awal berdirinya dulu bernama MIN Jetis.

Asal mulanya MIN 2 Sukoharjo merupakan filial dari MIN 1 Sukoharjo. Seiring meningkatnya jumlah murid MIN Sukoharjo waktu itu, maka didirikan filial di Kelurahan Jetis. Sejak 25 Oktober 1993, madrasah yang berlokasi di Kelurahan Jetis berdiri sendiri dengan nama MIN Jetis dan sekarang menjadi MIN 2 Sukoharjo.

Menyambut milad yang ke 25, MIN 2 Sukoharjo menyelenggarakan jalan sehat bersama yang diikuti seluruh siswa, guru, dan karyawan. Tak kurang dari 1.150 siswa dan seratusan guru serta karyawan turut serta kegiatan tersebut pada Kamis (25/10/2018). Jalan sehat dilaksanakan santai dan penuh kebersamaan dengan menempuh jarak setitar 3 kilometer mengelilingi daerah di sekitar madrasah dengan melewati kawasan perkampungan dan persawahan.

Kepala MIN 2 Sukoharjo, Danuri, menyatakan bahwa untuk kesekian tahun, ini pertama kali diadakan kegiatan untuk memperingati milad MIN 2 Sukoharjo setiap tanggal 25 Oktober. “Kegiatan ini kita laksanakan supaya seluruh keluarga besar MIN 2 Sukoharjo mengetahui sejarah berdirinya madrasah,” ungkap beliau.

Kepala madrasah juga menjelaskan bahwa MIN 2 Sukoharjo awal berdirinya merupakan madrasah yang kecil tidak sebesar sekarang ini. Dengan belajar dari berbagai madrasah yang sudah maju, MIN 2 bisa dikembangkan dengan baik. “Kami belajar sampai ke MIN Malang dan madrasah lainnya. Segala hal inovasi kita terapkan di madrasah ini hingga mendapat sambutan positif dan kepercayaan dari masyarakat,” imbuh mantan kepala MIN 1 Sukoharjo tersebut.

Masih menurut Danuri, selama dua puluh lima tahun MIN 2 beroperasi, berbagai prestasi telah diraih oleh siswa dan guru sehingga mengharumkan nama madrasah di kancah pendidikan baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. “Mohon doanya, kami akan mengirimkan dua siswa untuk kompetisi robotik yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, semoga dapat berprestasi di tingkat nasional,” kata Danuri.

Lebih lanjut Danuri berpesan kepada seluruh warga madrasah untuk selalu berbprestasi di bidang apapun dan menjaga kebersamaan. “Momentum milad merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan etos kerja dan belajar supaya terus untuk selalu berprestasi, sehingga semboyan madrasahnya para juara tetap terjaga,” pesan salah satu Kamad yang telah lulus seleksi pengawas tersebut.(Pry/Djp/bd)