Setiap Masjid Di Surakarta Harus Membentuk UPZ

Surakarta – Kantor Kementerian Agama Kota Surakara mengadakan kegiatan Sosialisasi Pembentukan UPZ (unit Pengumpul Zakat). Unit pengumpul zakat adalah satuan organisasi yang dibentuk oleh Badan Amil Zakat di semua tingkatan dengan tugas mengumpulkan zakat untuk melayani muzakki, yang berada pada  kelurahan, Kegiatan ini bertempat di Aula lantai 2 MAN 2 Surakarta pada Jumat, (19/10).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag, Musta'in Ahmad dan dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kota Surakarta, Ketua DMI (Dewan Masjid Indonesia) Kota Surakarta,  Ketua DMI Kecamatan se-Surakarta, Penyelenggara Syariah Kemenag Kota Surakarta, Kepala KUA se-Kota Surakarta, Penyuluh KUA Kecamatan se-Surakarta.

Tujuan diadakan sosialisasi guna penyebarluasan informasi  mengenai pengumpulan dan pendistribusian zakat, mendorong dan memfasilitasi setiap masjid yang ada di Surakarta agar membentuk UPZ supaya terlaksana pengelolaan zakat yang baik dan bermanfaat.

“Peran zakat, infaq, shodaqoh sangat besar. Maka sangat penting dibentuk UPZ agar zakat dan lain-lain bisa diberdayakan. Seandainya jamaah masjid maupun orang-orang sekitar masjid ada yang kesulitan misalnya untuk biaya pengobatan, biaya sekolah, membantu korban bencana alam dan lain-lain bisa teringan melalui hasil zakat, infaq, dan shodaqoh tadi. Maka masjid akan menjadi manfaat bagi seluruh masyarakat selain untuk beribadah” ujar Musta'in Ahmad

Ketua DMI Kota Surakarta, Syamsuddin menjelaskan bahwa dalam pembentukan UPZ kepada takmir masjid  ini akan disertakan dengan surat keterangan resmi guna kelancaran dan memberikan proteksi kepada para petugas UPZ dari hal hal yang menjeratnya atau tidak diinginkan. Dewan Masjid Indonesia  adalah organisasi tingkat nasional dengan tujuan untuk mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pengembangan masyarakat dan persatuan umat.

Sementara itu Maulud Munif, Wakil Ketua Baznas mengaku bangga dan senang atas kegiatan sosialisasi ini. “Saya merasa senang dan  bangga atas kegiatan ini  dan saya bersyukur karna dengan sosialisasi ini kita bisa bersinergi bersama dan punya power yang besar mengenai kesadaran pengelolaan zakat,” ujarnya.

Dari hasil kegiatan sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dengan kegiatan pertemuan para takmir masjid se-Surakarta. Kurang lebih ada 600 masjid di Kota Surakarta. Pertemuan akan dilaksanakan setiap hari Ssabtu. Pertemuan perdana akan dilaksanakan tanggal 3 November, setiap satu kali pertemuan atau satu angkatan akan dihadiri mulai dari 100-150 takmir masjid. Kemenag akan menyiapkan data masjid yang ada di Surakarta kemudian akan membuat surat undangan yang nantinya  akan disebar oleh para penyuluh kepada para takmir masjid se-Surakarta. (rma/bd)