Siapkan Pensiunmu dengan Tersenyum

Grobogan – Dalam merencanakan purna tugas yang sejahtera Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan bekerja sama dengan Bank Mandiri Taspen dan Pos (Mantap) menyelenggarakan kegiatan siap menghadapi pensiun bersama 36 aparatur sipil negara di lingkungan Kankemenag yang akan purna sampai tahun 2019. Kegiatan untuk menyemangati pegawai yang akan meninggalkan tugasnya tersebut dikemas dengan aura semangat dan ceria di hotel baru di Purwodadi, FrontOne, Selasa (28/02).

Oleh pimpinan Mantap, calon pensiunan yang hadir pada kesempatan tersebut di acara tersebut dinilai berwajah ceria, berbeda dari kementerian lain. “Saya lihat calon pensiunan di Kementerian Agama ini kok ceria ya, berbeda dengan di kementerian lain yang nampak kurang semangat. Apa karena spiritual dan agamanya yang cukup tinggi,” tanyanya memulai acara.

Selain untuk promosi layanan dan memperkenalkan diri atas akan dibukanya kantor baru di Purwodadi, kegiatan Bank Mantap ini juga bertujuan untuk memberikan pembekalan pegawai yang akan memasuki masa pensiun. Dan menurutnya pensiun harus dipersiapkan dengan baik, agar bisa sejahtera. “Olahraga, teman dan tertawa menjadikan pensuinan semangat dan bahagia,” katanya.

Kepala Kantor Muh Arifin dalam sambutannya menjawab mengapa calon pensiunan di Kementerian Agama kok berwajah ceria karena tidak takut dengan apa yang akan dikerjakan setelah purna nanti. “Rata-rata pensiunan Kementerian Agama setelah memasuki masa pensiun malah tambak sibuk dengan banyaknya aktivitas di masyarakat,” katanya.

Mantan Kepala Subbag TU Kankemenag Pati tersebut menyebutkan banyak ladang di masyarakat yang menunggu pensiunan kementerian agama, bisa ngurus masjid, pengurus MUI, aktif di organisasi keagamaan dan bahkan menjadi mubaligh.

Muh Arifin menceritakan pensiunan Kementerian Agama dengan hilangnya status pegawai negeri sipil malah lebih bebas, karena kalau menyandang status PNS tidak bisa menduduki ketua yayasan sosial keagamaan, dengan tidak menjadinya PNS lagi maka menjadi bisa. Kalau sebelumnya untuk aktif sebagai politikus harus mengundurkan diri, dengan lepasnya status maka tidak menjadi masalah.

Mengenai kesejahteraan, Kepala Kantor menghimbau kepada peserta untuk tidak mulai berbisnis baru setelah purna tugas. Beliau menghimbau mulai sekarang sudah harus dirintis usaha apa yang diminati dan akan digeluti dalam mengisi masa pensiun. “Kalau sudah umur 60-an baru mau merintis usaha, kalau nanti gagal susah pulihnya. Berbeda kalau masih muda, mudah bangkitnya kalau menemui kegagalan,” ucapnya.

“Usaha menambah gaji (umega – begitu beliau mengistilahkan) bisa dilakukan oleh pegawai negeri sipil. Dimulai di usia muda lebih baik karena tangguh menghadapi kegagalan dan mudah untuk bangkit kembali,” terangnya.

Muh Arifin berpesan kepada peserta untuk menguasai ilmunya sebelum melakukan suatu usaha. Beliau menceritakan pengalaman usaha yang pernah digelutinya, dari beternak kambing, jual beli bekatul, sampai usaha mebelair. Beliau menceritakan karena tidak menguasai ilmunya usaha beternak lele yang pernah dilakukannya gagal mati semua karena keracunan kolam masih baru. Harusnya, lanjut ceritanya, tidak langsung diisi ikan tapi diberi air dan didiamkan untuk menetralisir zat kimia semen, pasir dan bahan bangunan lain.

Kegiatan lain dalam pembekalan pra purna tugas ini antara lain sosialisasi Bank Mantap yang memberi kemudahan-kemudahan pensiunan dalam menyongsong hidup bahagia di masa tua. (pr/gt)