Silaturrahim momentum religius menuju pemerintahan yang bersih dan berwibawa

Wonogiri – Ribuan jamaah dengan berpakaian putih-putih memenuhi Alun-alun Kabupaten Wonogiri, mereka bukan hanya warga wonogiri saja namun dari kabupaten lain juga tidak mau kalah ikut berbondong-bondong menuju alun-alun guna menikmati lantunan sholawat yang dikumandangkan, ribuan jamaah larut dalam kekhusyukan bacaan sholawat.

Kegiatan itu tidak lain merupakan agenda dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri guna menyemarakkan peringatan hari Sumpah Pemuda ke-86. Dengan mengambil tema “Jawa Tengah Bersholawat” serta menghadirkan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf acara tersebut dilaksanakan di Alun-Alun Kabupaten Wonogiri, Selasa 28 Oktober 2014. Nampak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Wonogiri Danar Rahmanto Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, jajaran Muspida, Kepala SKPD serta para kyai dan tokoh agama hadir dalam acara tersebut.

Rangkaian acara dibuka Bupati Wonogiri Rahmanto dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah yang menjadikan Kabupaten Wonogiri sebagai pusat kegiatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-86 Tingkat Provinsi Jawa Tengah, mulai dari upacara sumpah pemuda, lomba-lomba dan kegiatan “Jawa Tengan Bersholawat”.

Sementara itu, dalam tausiahnya Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf mengatakan, bahwa agama Islam merupakan rahmatan lil alamin. Islam merupakan agama yang cinta damai. Kebersamaan antara ulama, pemerintah, aparat kepolisian dan TNI diharapkan menjadi upaya membangun Jawa Tengah yang adil, makmur, dan sentosa. “Para jamaah tetap dalam satu jiwa dan satu keluarga”.

Kita berharap dengan lantunan sholawat kepada Rosulullloh SAW semoga negeri kita menjadi aman, tentram, nyaman, sehat dan bahagia. Beliau mencontohkan Nabi Muhammad di utus juga sebagai rohmat bagi lingkungan dan bumi, sehingga umat manusia juga harus peduli dengan alam lingkungan kita.

“Saya minta kepada masyarakat Jawa Tengah, khususnya umat Islam, tetap menjaga ukhuwah islamiyah, meningkatkan tolong menolong dan gotong royong termasuk menjaga kerukunan dengan umat agama lain. Tetap bersatu menolak ajaran yang tidak sesuai dengan koridor Islam, dan tetap bersyukur kepada sang Kholiq” pintanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyampaikan umat Islam untuk tetap menjaga perdamaian, kerukunan, bahu-membahu, gotong-royong membangun Jawa Tengah seperti slogan Presiden Jokowi kerja, kerja dan kerja, revolusi mental harus di mulai dari diri sendiri.

“Saya senang bertemu dan bersilaturrahim dengan sedulur-sedulur di Kabupaten Wonogiri. Silaturrahim ini bukan saja menjadi momentum budaya untuk saling mengakrabkan satu sama lain, tetapi juga momentum religius yang akan terus kita gemakan di Jawa Tengah agar kehidupan kita menjadi tenang, ati kita jadi adem dan ayem, nyambut gawe kanthi seneng lan temen, serta ibadahe yo tambah kentheng, dengan semangat gotong-royong untuk mewujudkan Jawa Tengah yang semakin nyaman, tenteram dan damai”.

Sebagai penutup acara doa yang di pimpin kyai karismatik dari tremas pacitan KH. Umar Tumbu di lanjutkan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” sebagai simbol kesetiaan kepada kedaulatan Negara Republik Indonesia. Setelah lagu tersebut usai dinyanyikan, berangsur-angsur jamaah meninggalkan alun-alun Wonogiri. (Mursyid-Heri)