SIMKAH Kirimoto, informasi nikah jadi lebih mudah

Karanganyar – Pengelolaan administrasi perkantoran dituntut secepat mungkin beralih dari era konvensional ke digital. Hal ini seiring dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan Instansi dan masyarakat yang ingin mendapatkan informasi secepat dan semudah mungkin. Dalam rangka mewujudkan percepatan informasi pernikahan, seluruh operator Sistem informasi Manajemen Nikah Kirim Otomatis (SIMKAH KIRIMOTO) se-Kabupaten Karanganyar mengikuti pelatihan di aula Kantor, (16/01).

Bersama Kasubbag TU, Wiharso dan Kasi Bimas Islam, Yusuf, turut hadir Kasi Pemberdayaan KUA Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Agus Suryo Suripto serta narasumber/pembimbing SIMKAH dari Blora, Samsudin.

Sementara itu Kasi Pemberdayaan KUA Kanwil Jateng menekankan agar para Kepala KUA se Jawa Tengah memberikan perhatian, maksudnya adalah dengan memasukkan data-data pernikahan di daerahnya masing-masing pada SIMKAH. Menurut statistik yang ditampilkan pada layar LCD bahwa KUA se-Jateng masih sedikit yang melakukan pengiriman data pernikahan melalui aplikasi SIMKAH KIRIMOTO.

“Saya tidak menuntut Kepala KUA mengetahui secara teknis tentang SIMKAH, paling tidak Kepala KUA dan Penghulu mengetahui alur dari SIMKAH, mana yang sudah dikirim atau belum. Cukup meminta tolong pada salah satu stafnya untuk memasukkan data pernikahan tersebut pada SIMKAH”, ucap Agus Suryo dihadapan para peserta.

Lebih lanjut Kasi Pemberdayaan KUA mengatakan bahwa Kanwil Kemenag sudah memiliki server sendiri untuk menempatkan database KUA se-Jateng. Menurutnya hal ini sangat berguna apabila terjadi kerusakan di pusat, dimana Kanwil Jateng masih memiliki datanya.

Sementara itu, Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Karanganyar menegaskan agar operator SIMKAH se-Kabupaten Karanganyar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menambah keterampilan dan wawasannya terkait SIMKAH tersebut.

“Terkait aplikasi online pasti ada saja masalah yang menyertainya, walaupun di seluruh KUA se Kabupaten Karanganyar kini sudah terhubung dengan jaringan internet. Memang diperlukan keuletan dan kesabaran untuk memasukkan seluruh data pernikahan ke aplikasi SIMKAH”, ucapnya.

Target yang dicanangkan oleh Kasubbag TU dan Kasi Pemberdayaan KUA Kanwil Jateng pada tujuh belas operator SIMKAH se-Kabupaten Karanganyar tidaklah muluk-muluk. Minimal setelah pelatihan tersebut, dari pagi hingga sore ada perubahan (ada warna yang tampil) pada diagram statistik yang terdapat pada website aplikasi Database KUA. (Hd/gt)