Simpatika, Ada Masalah dan Ada Solusi

Pati – Simpatika merupakan kelanjutan dari program Padamu Negeri yang dikembangkan sendiri oleh Kementerian Agama. Pengguna Simpatika tidak hanya pada madrasah, namun kini juga digunakan oleh guru pendidikan semua agama yang ada di Indonesia. Demikian penjelasan dari Admin Simpatika PAIS Kementerian Agama Kabupaten Klaten Danar Styorini pada kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Data Informasi dan Kehumasan berbasis aplikasi EMIS dan SIMPATIKA di di hotel Griya Lestari Pati, Rabu (19/4).

Adapun pengembangan program Simpatika meliputi : seleksi program TPG, cetak SKBK dan SKMT, Verval NRG, Registrasi UKG, Penerbitan NPK, Basis data dan perencanaan TPG dan pemerataan dan pendistribusian guru,“papar Rini (begitu biasa Danar Styorini dipanggil).

Lebih lanjut Rini menjelaskan, Penginputan data pendidik dan tenaga kependidikan harus sesuai kondisi riil yg dialami oleh masing2 guru PAI, baik riwayat mengajar, riwayat pendidikan, jabatan dan jumlah jam mengajar.

Verifikasi dan validasi Jumlah jam mengajar dilakukan setiap satu semester, Verval NRG dilakukan untuk guru yg sudah lulus PLPG dan terdaftar dlm SK Dirjen Pendidikan Kemenag RI,”jelas Rini.

“Verval NRG dilakukan hanya satu kali,” Diharapkan para guru PAI dapat mengisi data personal nya dg lengkap dan benar, karena data ini digunakan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan,”pungkas Rini.

Ketika selesai memaparkan materi ternyata masih banyak masalah yang ditemukan oleh guru-guru PAI berkaitan dengan Simpatika, diantaranya permasalahan dengan akun guru yang hilang dan bagaimana dengan nasib guru yang masih jenjang SMA ketika disistem menjadi tenaga kependidikan.

Semua pertanyaan dari para peserta sosialisasi ini dijawab dengan baik oleh Danar Styorini. Rojikun (ketua MGMP PAI SMK) mengajar mapel PAI di SMKN 2 Pati dan Masudin (ketua MGMP PAI SMP) mengajar mapel PAI di SMP Gembong Pati ketika dikonfirmasi Tim Humas setelah pemaparan materi, mereka merasa puas dengan jawaban yang disampaikan oleh Admin Simpatika Kemenag Kab. Klaten tersebut. (Athi’/bd)