SIMPENAIS, Penyuluh Wajib Aktif Update Data

simpenais 2017

Wonosobo – Kankemenag Wonosobo menyosialisasikan Sistem Informasi Penerangan Agama Islam (SIMPENAIS) kepada penyuluh agama se Kabupaten Wonosobo, Senin (8/5), bertempat di Rumah Makan Resto Ongklok.

Harapannya kedepan, semua penyuluh bisa memaksimalkan program Simpenais untuk memudahkan komunikasi antar penyuluh, baik pelaporan maupun untuk keperluan akses data keagamaan di daerah kerja masing-masing.

Kasi Bimas Islam Kankemenag Wonosobo, Mahbub, usai sosialisasi menjelaskan, Simpenais berisi aplikasi e-kinerja yang didesain untuk memudahkan akses data keagamaan berbasis teknologi informasi (IT).

“Semua data yang dibutuhkan lengkap di simpenais. Bahkan di sistemnya, telah dilengkapi data-data keagamaan berbasis persoalan riil di masing masing wilayah,” katanya.

Tujuan pertama dari Simpenais ini kata dia, untuk mempermudah komunikasi antar penyuluh. Selain itu, Simpenais sebagai sarana monitoring dan akuntabilitas kinerja harian penyuluh.

Satu hal yang menurut Mahbub paling menarik, bahwa di Simpenais ini, antara penyuluh dengan pengambil kebijakan bisa terkoneksi langsung. Sehingga, penyuluh akan sangat dimudahkan umtuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dijumpai di masyarakat.

Kepada penyuluh ia juga mengaku telah meminta untuk terus meng-update informasi yang dibutuhkan di Simpenais. “Jangan sampai data yang ada di simpenais justru tidak update. Karena data sifatnya sangat dinamis, cepat berubah, makanya updating harus senantiasa dilakukan,” pesannya.

Disebutkan juga mengenai prioritas pendataan dan pengembangan Simpenais tahun 2017 oleh Kemenag. Antara lain, majelis taklim harus terdata dan berbadan hukum, yayasan Islam terstruktur dan berbadan hukum.

Kemudian membentuk lembaga Dakwah, sanggar seni budaya Islam, membentuk dewan hakim MTQ setiap kecamatan, mendata Mufassir, mendata Qari’ dan qariah, hafidz dan hafidzah, khathat dan khathathah dan pendataan Guru ngaji tradisional.

“Upaya itu agar data yang tersaji di Simpenais benar-benar data yang akurat faktual. Karena simpenais ini bukan hanya untuk dibaca penyuluh, melainkan, juga diperuntukkan untuk masyarakat,” pungkasnya.(Humas/af)