Sinergistas Lembaga Agama dan Keagamaan

Klaten (Bimas Hindu) – Membangun komunikasi yang baik dengan Lembaga Pendidikan Agama Hindu yang dilakukan oleh Bimas Hindu Jawa Tengah untuk membangun sinergi Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten (STHD) dan yayasan Widya Aksara Dharma. Sebagai lembaga pendidikan agama Hindu agar nantinya menjadi pergutruan tinggi yang mampu bersaing.

Ada lima langkah dalam mengelola pergituan tinggi STHD menjadi baik yaitu pertama perbaiki kinerja yayasan Widya aksara Dharma sebagai lembaga yang menaungi STHD, kedua peningkatan status STHD, ketiga pengelolaan aset yayasan yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan pembelajaran oleh STHD, keempat peningkatan sistem administrasi yang baik agar keterbukaan dapat terjaga dan kelima perbaiki sistem dalam pengelolaan akademik.

Demikian disampaikan oleh I Dewa Made Artayasa dalam kegiatan Koordinasi Bimas Hindu dengan Lembaga Pendidikan Sekolah Tingi Hindu Dharma (STHD) Klaten Jawa Tengah, Selasa (03/10).

Kegiatan yang dihadiri oleh ketua yayasan Widya Aksara Dharma, Ketua STHD Klaten, Ketua PHDI Jawa Tengah, Ketua PHDI Klaten, Penyelenggara Hindu Klaten dosen dan tenaga administrasi STHD Klaten ini dilaksanakan di ruang rapat STHD Klaten.

Ketua STHD Sujiman menyambut baik langkah-langkah yang disampaikan oleh Pembimas Hindu sebagai bentuk kepedulian terhadap lembaga pendidikan STHD. Dalam pengajuan untuk akreditasi ke BANPT telah diusahakan dan sampai saat ini sudah 80% tahapan yang kami lakukan, dan sebagai ketua STHD sangat berharap yayasan sebagai lembaga yang menaungi STHD agar dapat kembali berjalan baik.

Kasiyanto sebagai pendiri yayasan menyampaikan bahwa pendirian lembaga pendidikan yang awalnya hanya untuk sekolah PGA saat itu harus berubah dengan strata satu sehingga yayasan yang pada awalnya untuk sekolah PGA di ubah untuk kegiatan pembelajaran strata satu. Pada saat didirikan diprakarsai oleh Bapak Anom Suriawan, Ida Bagus Susila, Kasiyanto, Sunarto dan Tukijan. “Pendirian ini adalah untuk merespon adanya kecemburuan social karena guru agama Hindu selalu di kirim dari Bali, untuk itu sebagai lembaga pendidikan berusaha mencetak sarjana di Jawa Tengah,” urai Kasiyanto.

Prof. Nanik Sri Prihatini menyampaikan bahwa sebagai pengawas STHD ingin melihat STHD semakin baik. Yayasan sebagai lembaga yang menaungi STHD harus terlihat nyata kinerjanya sehingga STHD benar-benar memiliki pelindung, yayasan selama ini mempunyai asset agar dapat dikelola agar nantinya menjadi asset yang bermakna untuk kemajuan STHD, peningkatan status STHD harus dimbangi dengan peningkatan SDM selama ini punya banyak SDM tapi belum bisa dimanfaatkan jadi untuk meningkatkan itu semua perlu Sarjana-sarjana yang melanjutkan ke jenjang pendidikan tidak hanya mentok pada pendidikan megister saja.

“Intinya bila kita lihat ada peningkatan mutu SDM maka status akreditasi akan naik,” kata Nanik. (Wahonogol-js/gt)