Sinergitas Lintas Sektor, Kemenag Wonosobo Hadiri TMMD Tahap 1

Wonosobo – Dalam rangka menjalin sinergitas lintas sektoral, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo hadiri pembukaan TNI Manunggal membangun desa atau TMMD  Sengkuyung tahap satu Provinsi Jawa Tengah tahun 2018 yang digelar di Lapangan desa Karanganyar Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo, Rabu (04/04). Yang turut hadir dalam Pembukaan TMMD yakni  Bupati Wonosobo, Panglima Kodam IV Diponegoro, Pejabat Sipil, TNI dan Polri Wonosobo serta Birokasi Pemerintahan Daerah.

Dalam upacara pembukaan tersebut, Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Wonosobo, Eko Purnomo mengatakan, kegiatan TMMD  merupakan upaya merawat dan mengikat kebersamaan serta gotong Royong untuk mengatasi persoalan bangsa.

Dalam sambutannya juga menyebutkan, angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah hingga September 2017 Mencapai angka 4.197 juta jiwa atau 12.23 % sedangkan untuk angka pengangguran mencapai 4.57 % .  yang mana persoalan tersebut menjadi PR lintas sektor yang harus di selesaikan bersama. Selanjutnya, pihaknya juga menuliskan, bahwasannya TMMD akan digelar mulai tanggal 4 April hingga 3 Mei mendatang akan di fokuskan pada pembangunan infrastruktur, sarana prasarana fasilitas, dan sosial yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga menuaikan harapannya, semoga dengan diadakannya TMMD tersebut, Kehidupan Masyarakat di seluruh desa di Jawa Tengah bisa semakin sejahtera.

Sementara itu, Kepala Kemenag Wonosobo M Thobiq saat ditemui, pihaknya mendukung dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat di Indonesia menjadi salah satu wujud keberhasilan bangsa dalam menangani berbagai persoalan melalui sinergitas lintas sektoral.

“Kami dari Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, sangat mendukung dengan diadakan program tersebut. Seperti yagn sudah disampaikan oleh Pak Gubernur tadi, banyak sekali PR kita sebagai lembaga pemerintahan untuk menjawab segala persoalan yang ada. Namun kita sebenarnya tidak bisa bergerak sendiri, untuk mewujudkan cita-cita bangsa dalam mensejahterakan rakyat, kita harus saling bersinergi. Ibarat sapu lidi, jika hanya satu lidi tidak akan mengusir sampah tapi kalau kita bersama maka kita akan kuat,” jelasnya. (ps/ws/rf)