Siswa, Budayakan Hidup Sehat di Madrasah

Rembang – Pola hidup sehat harus dilakukan di aktivitas sehari-hari. Tak hanya di rumah, di sekolah pun, siswa diimbau untuk mempunyai prinsip hidup sehat. Hal ini dikemukakan oleh Kepala MTsN 4 Rembang, Masrum pada kegiatan penyuluhan PHBS kepada peserta didik yang diadakan di Mushola Al-Ikhlas, Senin (8/4/2019).

Untuk itu, pihaknya menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melalui Bidang Kesehatan Masyarakat melakukan penyuluhan tentang kesehatan remaja bagi pelajar di MTs N 4 Rembang. Hadir dalam kegiatan Nara sumber adalah Kasie Promkes dan Pemberdayaan Dinkes Kabupaten Rembang, Sarwoko Mugiono bersama Ibu isko dan petugas Puskesmas Sumber.

Masrum mengatakan, PHBS di madrasah dilakukan dengan cara setiap siswa haru menjaga kebersihan diri dan lingkungan. “Salah satu kewajiban siswa adalah menjaga madrasah agar tetap bersih, tidak ada sampah sedikit pun yang terlihat, serta membuat lingkungan tampak rapi, hijau, dan menyenangkan,” kata Masrum.

Tak hanya di kebersihan, kesehatan siswa juga perlu diperhatikan. Terutama terkait dengan bahaya pengaruh Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif (Napza), dan pornografi. Inilah yang ditekankan oleh Sarwoko. Dikatakannya, siswa-siswi saat ini rentan terhadap pengaruh tersebut. “Kerapkali mereka tidak sadar akan bahaya ini,” kata Sarwoko.

Dikatakan Sarwoko, siswa perlu diberikan pemahaman tentang budaya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) baik dilingkungan sekolah maupun dilingkungan rumahnya, serta penguatan mental guna menangkal bahaya pengaruh Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif (Napza), dan bahaya pengaruh pornografi.

“Saya ingatkan kepada semua siswa akan berhati-hati terhadap hal yang membahayakan bagi diri sendiri, walaupun itu dirasa menyenangkan. Sesungguhnya itu lah yang merusak masa depan kalian,” kata Sarwoko.

Dengan kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa madrasah agar menjaga kesehatan dirinya dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Ketika dibullying oleh teman-teman di sekolah segera berkonsultasi dengan guru BK,” imbuh Sarwoko. (dwi-iq/gt)