Siswa MA Al-Islam Jamsaren Surakarta ditargetkan 3 Tahun Khatam Menulis Al-Qur’an

Surakarta – MA Al-Islam Jamsaren Surakarta menargetkan siswa-siswinya yang sekarang duduk di kelas X dan XI khatam menulis Al-Qur’an dalam waktu tiga tahun. Kegiatan menulis Al-Qur’an ini menggunakan metode Follow The Line (FTL) [mengikuti garis]. Hari Kamis (1/11), seluruh siswa kelas XI dikumpulkan di Masjid Jamsaren untuk diberi motivasi dan penguatan oleh Kepala Madrasah dan guru pembimbing.

Pada saat memberikan sambutan, Kepala madrasah, Muchammad Syafii mengatakan bahwa program menulis Al-Qur’an FTL ini sudah dicanangkan pada tahun 2017. “Saya mengharapkan agar kalian [siswa] terbangun karakter mulia dengan membudayakan menulis Al-Qur’an. Jika kalian menulis Al-Qur’an satu halaman per hari, maka dalam waktu dua tahun sudah khatam menulis Al-Qur’an,” ujarnya saat memberikan motivasi kepada para siswa.

Muhammad Shidiq selaku guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits menyampaikan bahwa siswanya mengalami kemajuan menulis arab setelah menggunakan Al-Qur’an FTL. Guru yang sudah hafidz ini mengatakan: “para siswa ini [kelas XI] dari kelas X sedikitnya 30 persen berhasil mencapai target menulis 10 Juz dalam waktu satu tahun, sisanya ada yang 8, 7 dan minimal 5 Juz.”

Shidiq meminta para siswa untuk menggunakan waktu luang dengan menulis Al-Qur’an dari pada main dawai. Kalau ingin bisa menulis 10 Juz dalam waktu satu tahun, maka para siswa hendaknya mempunyai target 1 juz setiap bulan. Jika dilakukan setiap hari 1 halaman maka target ini bisa tercapai.

Untuk meningkatkan kualitas menulis, secara insidental madrasah mengadakan kegiatan Al-Yauma ma’al Qur’an [sehari bersama Al-Qur’an]. Pada kegiatan ini siswa-siswi diwajibkan bersama Al-Qur’an selama satu hari. Target kegiatan ini adalah peserta menulis Al-Qur’an minimal 5 lembar.

Salah satu siswa yang berhasil meraih target 10 Juz selama satu tahun adalah Fikri Fathoni kelas XI IPA. Ketika diminta maju ke dapan menyampaikan pesan dan kesan, Fikri mengatakan: “Saya merasa senang sekali menulis Al-Qur’an, karena bisa mengisi waktu-waktu kosong, terhindar dari kegiatan maksiat. Tulisan arab saya semakin bagus dan rapi. Saya bisa menulis 4 halaman sehari, bahkan jika waktunya luang banyak bisa menulis 1 juz.”

Senada dengan Fikri, siswi dari kelas lain, Khofifah Khoirul Jannah juga mengungkapkan hal yang sama, dia mengisi jam-jam kosong atau jeda pergantian jam dengan menulis Al-Qur’an. Sehari bisa menulis 4-5 halaman. “Hati saya merasa lebih tenang setelah menulis Al-Qur’an, tulisan arab saya bisa lebih rapi, lebih lurus. Saya yakin bisa selesai menulis 30 juz nanti sebelum lulus,” ujar siswi yang berasal dari semanggi. Dia juga berpesan kepada teman-teman untuk ikhlas dalam menulis Al-Qur’an ini.

Metode menulis Al-Qur’an FTL ini sangat mudah, karena seseorang hanya diminta untuk menebalkan tulisan Al-Qur’an dengan mengikuti garis yang tercetak secara transparan. Metode ini memiliki kelebihan yaitu lebih cepat membentuk kemampuan menulis khat arab utsmani. Menulis Al-Qur’an adalah sebuah aktivasi yang didominasi otak kanan dengan gerakan dari kanan ke kiri dan dari atas ke bawah. Hasilnya adalah inovasi, kreativitas, ide baru, kongkrit, holistik dan sebagainya.  Membaca belum tentu menulis, tetapi menulis pasti membaca dan akan mempercepat kemampuan membaca. (rma/bd)