Siswa MAN 1 Surakarta Berlaga di Kompetisi Robotik Nasional

Surakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta. Adalah Amadeo Ahnaf dan Salma Sonia Jneina Sagiri, dua siswa MAN 1 Surakarta yang akan berlaga dalam ajang Kompetisi Robotik Madrasah tingkat Nasional, dihelat di Depok Town Square, Sabtu – Ahad ( 3 – 4/11). Keduanya akan berlaga di kategori rancang bangun robot bencana alam.

Menurut Amadeo, bidang lomba yang diikuti bersama Salma adalah menciptakan alat yang digunakan pasca bencana. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah dan menyelamatkan korban.

“Seperti kita ketahui Indonesia adalah negara yang rawan bencana, seperti gempa, banjir, tanah longsor dan lain-lain. Namun masih kekurangan alat. Sehingga orang yang seharusnya selamat tidak bisa terselamatkan karena keterbatasan alat,” urai Amadeo saat ditanya latar belakang membuat robot untuk bencana alam. Robot yang diciptakan oleh siswa program Boarding School MAN 1 Surakarta ini diberi nama “The Surviver”.

Apa kelebihan dari robot ini ?

Menurut Salma, robot ini mampu mendeteksi lokasi korban yang selamat.

” Untuk bisa mendeteksi lokasi korban, maka robot dilengkapi dengan termal sensor yang mampu mendeteksi suhu tubuh manusia yang masih hidup. Karena tujuan robot ini untuk menyelamatkan korban yang selamat,” kata Salma.

Proses pembuatan robot, menurut Amadeo, dimulai dari membuat design robot, merancang dan membuat program. Ada sedikit kesulitan dalam proses pembuatan robot.

“Kami harus mendapatkan data-data suhu manusia yang hidup dan data korban yang tertimbun. Namun dengan terus berlatih dan mencoba, alhamdulillah bisa kami atasi,” kata siswa yang sudah akrab dengan dunia robot sejak dari bangku sekolah menengah pertama.

Kedua siswa ini berharap bisa meraih hasil maksimal seperti yang pernah diraih oleh kakak kelasnya yang meraih juara pertama robotik tahun 2017 dengan robot sampahnya.

Sementara menurut pembina robotik MAN 1 Surakarta, Prihantoro Eko Sulistyo, kompetisi robotik tahun ini agak berbeda dari sebelumnya terutama untuk pemenang.

“Tahun lalu juara hanya satu. Tapi tahun ini semua kategori lomba akan diberikan juara sehingga kesempatan meraih juara sangat terbuka. Kuncinya adalah menyajikan di depan juri dengan percaya diri dan menampilkan kelebihan robot yang dibuat. Semoga keduanya bisa membanggakan MAN 1 Surakarta” kata Prihantoro menutup wawancara. (ma1_rma/bd)