Siswa MIN 1 Banyumas Maju Olimpiade Matematika dan Al Qur’an Tk Nasional

Purwokerto – Muhammad Faza Ramadhani Putra alm. Irsyad Dosen IAIN Purwokerto dan Zean Hilal Ramadhan Putra Martin Sonata jual beli motor, bocah kelas VI MIN 1 Banyumas berhasil meraih prestasi membanggakan. Mereka menjadi juara 1 dan 2 dalam ajang Olimpiade Matematika dan Al Qur'an 2018 yang digelar oleh Yayasan Yatim Mandiri Surabaya (16/9) yang lalu di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, dan selanjutnya maju ke tingkat nasional di Perpusnas Jakarta Pusat tanggal (19/10).  Faza dan Zean, begitu sapaan akrabnya setelah dinyatakan sebagai juara 1 dan 2 selanjutnya digembleng, dibimbing oleh yayasan tersebut. Setiap kegiatan hariannya selalu dipantau, dan saat ini diasramakan di asrama MIN 1 Banyumas.

Saat dilepas oleh Kakankemenag Kabupaten Banyumas Drs. H. Imam Hidayat, M.PdI di ruang kerjanya didampingi Kasubag TU dan Kasi Pendidikan Madrasah Kamis (18/10), Kepala MIN 1 Banyumas Saridin, S.Ag, M.PdI melaporkan bahwa prestasi para siswa-siswi MIN 1 Banyumas bukan hal baru, prestasi ini tentu saja hasil dari kerja keras para siswa-siswi, guru, orang tua dan juga tidak lepas dari dukungan Kankemenag Kab. Banyumas. Menindaklanjuti Renstra yang telah ditetapkan Seksi Pendidikan Madrasah, MIN 1 Banyumas aktif mengikuti berbagai kejuaraan apapun, baik yang dilaksanakan secara berjenjang oleh Pemerintah, Kemenag maupun yang dilaksanakan pihak swasta. Alhamdulillah, prestasi-prestasi selalu diperoleh. ” guru dan siswa kami sudah tertanam mental juara karena seringnya mengikuti lomba ” ujar Saridin.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menyampaikan pesan kepada siswa dan guru pendamping bahwa ia sangat bangga karena MIN 1 Banyumas telah mengharumkan nama Kabupaten Banyumas khususnya Kantor Kemenag, kegiatan pelepasan ini dilaksanakan dengan harapan agar dapat menjadi motivasi dan penyemangat untuk mengharumkan lagi nama baik Kankemenag Kab. Banyumas” paparnya. Imam berharap dalam kejuaraan ini prestasi sebagai juara nasional bisa dimenangkan. Kejuaraan adalah wahana dalam memupuk kemampua,  keterampilan dan wawasan, sehingga setiap perserta dituntut selalu mengubah kualitas diri menjadi lebih baik lagi,” tegasnya. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa dengan adanya kompetisi-kompetisi dan perlombaan-perlombaan tersebut pada hakekatnya adalah salah satu cara mempersiapkan SDM masa depan yang akan menjadi penerus kita nantinya di masa depan. 

Imam juga menambahkan bahwa tidak mungkin ada juara-juara serta siswa-siswi yang berkualitas tanpa ada bimbingan dari guru dan orang tuanya. “peran aktif antara orang tua , guru dan pemerintah dalam menentukan kualitas SDM generasi mendatang menjadi faktor utama pembentukan mental juara serta jiwa yang pantang menyerah bagi putra putri kita yang nantinya sudah pasti akan menggantikan kita semua ,” jelasnya. Dalam kesempatan itu Kakankemenag memberikan bantuan operasional kepada Tim yang akan mendampingi peserta lomba (Er/bd).