Siswa Min 2 Sukoharjo Belajar Tangguh dari Uji Coba Akmi yang Ditangguhkan

Sukoharjo – Pendidikan merupakan hal penting bagi kemajuan sebuah negara. Kementerian Agama selalu berupaya untuk memperbaiki mutu pendidikan pada Lembaga Pendidikan di bawah nauangannya. Dua tahun terakhir Kementerian Agama meluncurkan asesmen pengganti Ujian Nasional bertajuk AKSI yang kemudian pada tahun 2021 berubah menjadi AKMI. AKMI merupakan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia dimana sasarannya adalah siswa kelas 5 MI, 8 MTs, dan 11 MA.

Dalam rangka memperbaiki layanan, panitia AKMI pusat terus melaksanakan uji coba sebelum meluncurkannya untuk seluruh madrasah. Menjadi salah satu madrasah yang ditunjuk untuk melaksanakan uji coba, MIN 2 Sukoharjo telah mempersiapkan sarana prasarana dan tehnis pelaksanaannya.

“Mengingat kondisi masih PPKM Darurat level 4 maka kami laksanakan dengan memaksimalkan potensi yang ada. Terutama potensi orang tua siswa. Dari pendataan yang kami lakukan, diperoleh data 36% orang tua bersedia memfasilitasi dan mendampingi putra putrinya di rumah dalam melaksanakan uji coba AKMI. Tentu saja dengan pengawasan dan pembimbingan pengawas ruang dari madrasah melalui zoom meet. Enam puluh persen orang tua menyerahkan pelaksanaan di madrasah. Tentu dengan Protokol Kesehatan yang ketat. Sementara 4% lainnya belum mengisi angket pendataan yang kami luncurkan.” jelas Wiretnoningsih Nurhayati selaku Kepala MIN 2 Sukoharjo, Rabu (18/8/21).

Rohmadi yang menjadi salah satu dari dua proktor AKMI MIN 2 Sukoharjo, menambahkan bahwa pada prinsipnya pelaksanaan berjalan lancar. Namun ada kendala pada server pusat. Sehingga siswa belum bisa masuk ke halaman soal AKMI. Panitia memilih jadwal untuk sesi I yang dimulai pukul 07.00 WIB. dan berakhir pukul 10.00 WIB.

“Pukul 07.00 WIB. tepat, untuk anak-anak yang berada di madrasah mulai masuk ruang komputer dan anak-anak yang berada di rumah sudah bergabung di zoom meet. Hari ini ada 54 anak yang dijadwalkan mengikuti uji coba. Sebanyak 29 anak mengerjakan dari rumah dan 25 di madrasah yang terbagi 12 di Kampus 1 Jetis dan 13 di kampus 2 Joho. Anak-anak berhasil login namun tidak menemukan halaman soal. Kami hanya bisa berusaha sesuai instruksi dari HD Provinsi yang meneruskan info dari pusat.” jelasnya.

“Alhamdulillah anak-anak baik yang berada di rumah maupun di madrasah tetap bersabar dan mengikuti instruksi yang diberikan. Selama 3 jam pengawas ruang berusaha keras mendampingi dan memberi semangat pada anak-anak.” imbuh Wiretno.

Dalam kegiatan tersebut salah satu pengawas, Burhan Susilo yang mengawasi siswa melalui zoom nampak berjalan berkeliling halaman madrasah Kampus 1 Joho yang cukup luas. Ia memperlihatkan keindahan, kebersihan, dan kerindangan halaman untuk menghibur siswa-siswanya. Burhan juga memperlihatkan suasana laboratorium komputer dimana sebagian siswa melaksanakan asesmen di ruang tersebut.  Ia berharap apa yang dilakukannya juga dapat mengobati rindu siswa akan madrasahnya.

“Meskipun pada detik-detik terakhir menjelang berakhirnya sesi 1, ada info dari pusat bahwa pelaksanaan AKMI akan dijadwalkan ulang. Namun siswa MIN 2 Sukoharjo terlihat tetap semangat dan siap mengikuti AKMI pada kesempatan lain. Semoga mereka kelak tumbuh menjadi generasi yang Tangguh. Aamiin.” harapan Wiretno mengakhiri percakapan.(wnn/djp/rf)