Praktek menanam jahe

Siswa MTs N 1 Banjarnegara Praktik Menanam Bibit Jahe di lingkungan Sekolah

Banjarnegara-Memberikan pemahaman yang abstrak kepada siswa akan lebih mudah jika dimulai dari hal yang konkret. Itulah yang mendasari pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya kelas 7 di MTs N 1 Banjarnegara Sabtu,(17/7) dalam menulis teks prosedur membuat atau melakukan sesuatu di lingkungan rumah di masa pembelajaran jarak jauh.

Dengan meminta siswa kelas MTs N 1 Banjarnegara khusunya kelas 7A untuk mengamati proses atau keadaan di lingkungan rumah secara langsung. Pada pertemuan pembelajaran sebelumnya, siswa saling curah pendapat tentang manfaat teks prosedur. Lalu mereka membaca model teks prosedur secara individu dan mendiskusikan dalam kelompok tentang struktur teks dan ciri kebahasaan.

Selanjutnya, Siswa diminta untuk mempraktikan dalam menanam bibit jahe yang sebelumnya para peserta didik sudah membuat teks prosedur tentang bagaimana cara menanam bibit jahe yang baik dan benar.

Guru Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia Risky Arbangi menyampaikan, Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Dengan mengenalkan anak tentang manfaat dibalik tanaman yang sering dijumpai di lingkungan rumah, untuk kedepannya para peserta didik dapat membudidayakan untuk pemeliharaan/penanaman lingkungan hidup.

“Bagaimana pemanfaatan teks prosedur itu dalam kehidupan sehari-hari? Dari refleksi siswa, dapat diketahui bahwa mereka senang dan lebih paham cara menyajikan teks prosedur berdasarkan pengamatan langsung. Sebagai rencana tindak lanjut, para siswa diberikan tugas individu menyusun teks prosedur berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar rumah mereka,” ujar Risky Arbangi Nopi.

Kendati demikian, tanaman jahe (Zingiber officinale Rosc) merupakan salah satu temu-temuan yang penting. Tanaman ini mempunyai banyak kegunaan antara lain sebagai ramu-ramuan, rempah-rempah, bahan minyak atsiri, bahkan akhir-akhir ini menjadi fitofarmaka. (ran/ak/rf)