Siswa MTsN Kedu Laksanakan Imunisasi MR

Temanggung – Sekolah/Madrasah  diminta membantu mengkoodinir siswanya untuk mengikuti pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) atau Campak dan Rubella gratis pada Agustus – September kali ini.  Peserta imunisasi tersebut siswa berasal dari sekolah tingkat PAUD/TK, SD/MI dan SMP/MTs.

Tidak ketinggalan pula seluruh siswa MTsN Kedu yang berjumlah 782 anak  hari ini, Kamis (24/8) laksanakan imunisasi Measles Rubella (MR) atau Campak dan Rubella.

Kepala MTsN Kedu Khaerun  mengatakan, secara kedinasan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Temanggung sebagai persiapan pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) atau Campak dan Rubella. Selanjutnya koordinasi dilakukan secara internal dengan sekolah.  Khaerun juga  mengatakan, bahwa imunisasi MR tersebut merupakan program dari pemerintah pusat termasuk di Kabupaten Temanggung. Masyarakat yang memiliki anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun berhak mendapatkan imunisasi gratis. Tempat pelayanan dilakukan di Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan rumah sakit swasta di Temanggung yang ditunjuk pemerintah dan sekolah atau Madrasah.

Pihak sekolah sudah mendapatkan sosialisasi baik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupuk DKK Temanggung. Mereka diminta untuk membantu kesiapan pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) atau Campak dan Rubella. Bentuk kesiapan sekolah yakni dengan melaksanakan sosialisasi kepada siswa dan orang tua murid. Dengan informasi tersebut para siswa dan orang tua murid diharapkan bisa mengikuti imunisasi. “Sosialisasi sudah baik dengan pemasangan papan pengumuman maupun memberikan informasi langsung ke siswa oleh pihak sekolah dengan dibantu DKK,” ujar Khaerun.

Dalam pelaksanaan nanti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Temanggung juga akan melakukan pemantauan langsung bersama DKK. Hal itu dilakukan untuk mengetahui proses di lapangan sejauh mana, apabila ada temuan kendala maka bisa dicarikan solusinya. “Semua sekolah kami rasa siap. Apalagi imunisasi ini merupakan program sekolah,” lanjutnya.

Pada saat pelaksanaan imunisasi nanti kemungkinan kegiatan belajar mengajar akan disesuaikan sesuai dengan kebutuhan. Apabila memungkinkan siswa juga bisa langsung pulang usai mendapatkan imunisasi,  pungkasnya.(sr/Af)