Songsong Kemandirian Ekonomi, FKPP Cilacap Menggelar Seminar Kewirausahaan

Cilacap – Kemandirian perekonomian umat Islam merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung penguatan kegiatan keagamaan. Dengan perekonomian yang kuat, umat Islam diharapkan akan memiliki tingkat resistensi yang lebih tinggi terhadap berbagai rintangan yang dihadapi.

Berangkat dari pemikiran tersebut, kemudian mendorong para pakar ekonomi Islam dan pelaku bisnis muslim memunculkan ide terbentuknya sebuah lembaga yang mendorong dan memfasilitasi perekonomian umat Islam. Hal ini diwujudkan dengan mendirikan Lembaga Ekonomi Umat (LEU), yang kemudian direalisasikan melalui bisnis ritel modern dengan brand LEUMart.

Kehadiran LEUMart diharapkan mampu mendorong arus baru kebangkitan ekonomi umat Islam. Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan sistem perekonomian nasional yang adil merata dan mandiri mengatasi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi di Indonesia.  

Demikian disampaikan Sekretaris Panitia, Amar Solehan, pada acara Seminar Kewirausahaan LEUMart yang digelar Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Cilacap. Kegiatan tersebut diikuti 75 peserta yang merupakan para pelaku usaha sekaligus pengelola pondok pesantren, dihadiri langsung oleh Muhammad Harry Naldi, Dirut PT. Kunci Nusantara Cemerlang (jaringan kemitraan LEUMart).

Sementara itu, Pelaksana tugas Kakankemenag Kabupaten Cilacap, Imam Tobroni, di tempat terpisah sangat mengapresiasi langkah FKPP Kabupaten Cilacap. Melalui kegiatan tersebut dia berharap, umat Islam khususnya di Kabupaten Cilacap akan betul-betul mampu bangkit dari tidurnya. Menurutnya, umat Islam selama ini terkesan mengabaikan kegiatan ibadah di sektor ekonomi. Akibatnya, mayoritas umat Islam hanya dijadikan pasar oleh para pelaku ekonomi.

“Dengan mengikuti seminar kewirausahaan tentang pentingnya peran ekonomi dalam pembangunan umat beragama, para pengelola pondok pesantren diharapkan akan tergugah dari tidur panjangnya. Dengan begitu, umat Islam akan mampu bangkit dan bekerja keras untuk merubah nasibnya menjadi kuat secara ekonomi. Sehingga dengan menjadi umat yang kuat, pesantren akan menjadi lembaga pendidikan keagamaan yang semakin kompetitif dan lebih digandrungi masyarakat,”Ungkapnya.(On/bd)