Songsong Tahun Ajaran Baru, Guru dan Kepala Madrasah Mendapat Pembinaan

Purbalingga – Menyongsong tahun pelajaran 2017/2018 Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kab. Purbalingga, Ratmono melakukan pembinaan kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam jajarannya. Salah satunya melalui pembinaan mental yang dilakukan dalam acara halal bihalal.

Kegiatan pembinaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja sekaligus menjaga dan mendorong peningkatan prestasi anak didik sebagai out put dari sebuah proses pendidikan.

Kegiatan pembinaan yang dilakukan Selasa (11/07) di Aula Balai Desa Panican Kecamatan Kemangkon ini menjadi salah satu wahana silaturahmi untuk mempererat hubungan personal jajaran pendidik dan tenaga kependidikan dengan Kasi Pendidikan Madrasah sebagai pejabat struktural di atasnya.

Selain bersilaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan menghapus kesalahan serta jurang pemisah yang mungkin terjadi dalam hubungan kedinasan maupun hubungan kemasyarakatan. Selain menguatkan ghirah para pendidik dan tenaga kependidikan acara silaturahmi ini juga tampak efektif untuk memperkokoh eksistensi dunia madrasah serta mempromosikannya kepada para pejabat lintas sektoral yang hadir.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat beserta Perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Kemangkon, Kepala Desa, unsur KUA, para Kepala dan 231 pendidik/ tenaga kependidikan dari RA, BA, TA , MI dan MTs se-Kecamatan Kemangkon.

Kegiatan yang mengambil tema Silaturahmi untuk Peningkatan Kualitas Kementerian Agama sebagai Pembangun Pondasi Moral Ummat ini berlangsung tertib dan penuh semangat sebagaimana tampak pada wajah para guru yang sebagian besar adalah guru bersertifikat profesional.

Dalam sambutannya Camat Kemangkon, Muh. Nurhadi memberikan dukungan dan mengapresiasi kegiatan tersebut bahkan menyelenggarakan fasilitas prasarana Aula Kecamatan untuk digunakan dalam kegiatan yang sama di tahun-tahun mendatang.

“Kantor kecamatan memiliki aula yang cukup luas, silakan digunakan untuk kegiatan silaturahmi seperti ini. Selain itu dalam pemerintahan tingkat kecamatan ada subbag Agama dan di tingkat kabupaten ada Bagian Kesra. Ketika kita mengajukan permohonan fasilitas anggaran, khususnya di Pemda Kabupaten insyaalloh disediakan. Karena jelas kegiatan seperti ini sejalan dengan visi misi Kabupaten Purbalingga yang ingin mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, berdaya saing dan berakhlakul karimah,“ tandas Nurhadi.

Dalam pembinaannya, Ratmono menekankan agar para kepala dan guru menjaga kedisiplinan dan integritas sebagai bagian dari jajaran Kantor Kementerian Agama.

Penerapan nilai-nilai yang ada pada bulan Ramadhan. Ibadah puasa itu tidak ada yang mengawasi, maka disitulah ditanamkannya nilai-nilai kedisiplinan dan kejujuran. Maka tolong tanggal 17 Juli nanti saya minta semua guru harus berangkat tepat waktu. Dan tolong anak jangan dipulangkan gasik. Itu budaya lama. Di kecamatan ini ada 19 MI dan 30 SD. Dalam beberapa tahun terbukti hasil ujian US 3 Mapel, MI selalu unggul. Selamat, untuk tahun ini MI menduduki peringkat 1 dan 3 besar.

Maka selamat pula tahun ini dari laporan sementara hasil PPDB mengalami kenaikan yang luar biasa. Madrasah dengan berbagai keterbatasan masih tetap bisa eksis, maka guru-gurulah yang pantas mendapatkannya. Pemerintah mewujudkannya melalui TPG dan Tunjangan Fungsional. Sisihkan sedikit untuk membeli sarana panjenengan sebagai guru. Contohnya laptop, melanjutkan kuliah, membeli buku yang terkait dengan tugas dan fungsi guru. Karena guru juga perlu peningkatan kompetensi.

“Guru profesi terutama yang PNS harus bisa menjadi contoh atau teladan bagi yang lainnya. Jangan ada guru profesi di Kementerian Agama yang punya hobi selingkuh, apalagi yang sudah punya anak. Yang jelas kalau ada guru profesi yang melanggar aturan, pemberian TPGnya akan kami pertimbangkan,“ tambahnya.

Terkait dengan penerapan Kurikulum 13 Ratmono menjelaskan bahwasanya seluruh RA/BA, MI, MTs dan MA di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga 100% akan menerapkannya terkecuali yang belum melaksanakan akreditasi. Sedangkan mengenai fullday school ditandaskan bahwa sepanjang tidak ada edaran resmi dari Kementerian Agama maka KBM tetap dilaksanakan enam hari dalam seminggu. Karena tantangan ke depan lebih berat, maka diharapkan guru lebih mempersiapkan diri serta tetap menjaga dan menggelorakan semangat bahwa saya pasti bisa, Madrasah lebih baik dan lebih baik madrasah. (sar/gt)