Sosialisasi dan Praktik Penyembelihan Hewan yang Halal dan Thoyib

Wonosobo – Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penyembelihan Hewan dilaksanakan tanggal 6 Agustus 2018 di Kantor KUA Kec,.Lesono yang di hadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Leksono, MUI Wonosobo, dan Pemateri dari Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Senin (6/8)

Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Leksono, Minhajun Nadlor, dalam sambutannya mengatakan, menjadi juru sembelih yang paham akan syariat penyembelihan dalam Agama Islam sangat penting, lantaran hewan yang akan di sembelih nantinya akan di konsumsi banyak orang. 

“Sebagai juru sembelih hewan, penting untuk memahami syariat nya. Apalagi jelang Idul Adha, hewan yang di sembelih pasti akan di konsumsi banyak orang. Jangan sampai kita memberikan daging kurban, dari hewan yang di sembelih tidak sesuai syariat. Oleh karena itu juga, saya pribadi mewakili jajaran KUA Kecamatan Leksono mengucapkan, terimakasih kepada Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan, yang sudah memberikan kepercayaannya untuk melangsungkan sosialisasi di Kecamatan Leksono,” ungkap Minhajun.

Pihak nya juga berharap, semoga peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini bisa menularkan ilmu yang di dapat kepada khalayak masyarakat agar lebih banyak lagi juru penyembelih yang halal dan thoyib.

Selanjutnya, kegiatan sosialisasi di buka dengan di awali dengan praktek penyembelihan satu ekor kambing dan tiga ekor ayam, yang langsung di dampingi dan di pantau oleh juru penyembelih bersertifikat, yakni Syarif Usman dan Supriyadi. Usai dilakukan praktek penyembelihan, kegiatan di lanjutkan dengann materi dari dinas Pangan Pertanian dan Perikanan. 

Sementara itu, menurut Ardiyansyah, petugas dari Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan menyebutkan, tujuan kegiatan sosialisasi dan pelatihan yakni untuk memberikan pedoman kepada juru penyembelih. 

“Tujuan sosialisasi dan pelatihan tentu nya untuk memberikan pedoman kepada juru penyembelih, agar menjadi juru penyembelih yang halal dan thoyib. Kemudian memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang pangan asal hewan yang aman, sehat dan utuh, dan yang terakhir yakni untuk memberikan pemahaman terkait penerapan kesejahteraan hewan,” tandas Ardiyansyah. 

Usai dilakukan pelatihan baik praktek dan materi, acara di tutup dengan Do'a dan makan bersama olahan daging yang sudah di sembelih, sebagai bahan praktek tersebut. (ps-ws/sua)