Sosialisasi Gerakan Sadar Zakat melalui RRI

Surakarta – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta memberikan sosialisasi gerakan sadar zakat melalui siaran di Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta, Senin, (19/02). Sosialisasi tersebut langsung diberikan oleh Penyelenggara Syariah Kemenag Kota Surakarta, Charis Muanis. Tujuan sosialisasi ini yakni menyadarkan kaum muslimin yang sudah berstatus sebagai muzakki untuk membayarkan.  Selain  itu, memaksimalkan potensi zakat karena secara nasional sebenarnya potensi zakat mencapai Rp. 270 trilliun, tetapi yang terkumpul baru sekitar Rp 6 trilliun.

"Dalam dialog ini juga menyampaikan wacana gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan dipotong 2,5% dan pengelolaan zakat," papar Charis.

Menurutnya, ada beberapa penyebab sehingga potensi zakat kurang terhimpun secara optimal. Yakni,  kurang adanya keterpanggilan dan kesadaran kaum muslimin terhadap sadar zakat. Masih adanya ketidakpercayaan muzakki kepada amil zakat dan lembaga zakat. Amil masih banyak yang tidak atau belum profesional. Faktor kurang koordinasi antar lembaga zakat dengan Badan Amil Zakat Nasional tingkat Kota/ Kabupaten juga menjadi penyebab. Dan, masih adanya beberapa Lazis yang belum mengajukan izin operasional serta lemahnya pelaporan zakat

Charis mengatakan sebenarnya umat Islam yang diberi karunia Allah dan memenuhi syariat nishab dan haul, sudah saatnya mempunyai keterpanggilan untuk sadar menunaikan zakatnya, dan saling menjaga hubungan sinergis dengan Baznas atau lembaga zakat. Artinya, tegas dia, Baznas pro aktif mengambil zakat dan muzakki terpanggil secara suka rela membayar ke Baznas atau Lazis.

"Kami menghimbau kepada masyarakat Kota Surakarta terhadap Lazis yang belum mempunyai izin operasional untuk segera mengajukan permohonan izinnya ke Baznas Kota Surakarta," terangnya.

Kemudian, untuk menjaga tannggung jawab kepada Allah dan masyarakat semua kegiatan Baznas kota dan Lazis  harus dilaporkan ke masyarakat dan Baznas Provinsi hingga Nasional.

Mengutip pernyataan Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta, Muslim Umar, terkait bahwa zakat tidak membuat muzakki miskin, Charis mengatakan Allah yang menggulirkan rizki telah berjanji justru akan membuat berkembang dan berkah.

"Ini merupakan salah satu kuasa dan rahasia Allah, karena yang mustahiq wajib mendoakan kepada muzakki dan Allah lah yang akan meneruskan doa keberkahan itu kepada muzakki, dari doa mustahiq inilah muzakki jadi tenang hidupnya karena keberkahan," jelasnya.

"Bahagia hidupnya karena menambah keakraban antara muzakki dan mustahiq sehingga mereka tidak merasa adanya jarak miskin dan kaya, sehingga sama-sama merasakan kebahagiaan pergaulan yang harmonis antar sesama hamba Allah," pungkasnya. (rma/gt)