Sosialisasi Ketahanan Nasional Sasar Warga Desa

Rembang–Masyarakat pedesaan perlu diberikan pemahaman tentang upaya mempertahankan ketahanan bangsa. Hal ini sebagai antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan yang dimungkinkan merambah hingga ke masyarakat grassroot.

Demikian mengemuka dalam acara Sosialisasi Kebangsaan Nasional yang diselenggarakan oleh Kesbangpolinmas Kabupaten Rembang bekerjasama dengan Kankemenag Kabupaten Rembang, FKUB, Polsek Kecamatan Sluke, dan Koramil Kecamatan Sluke, Rabu (19/4) di Balai Desa Manggar, Kecamatan Sluke.

Acara ini sengaja digelar di Desa Manggar, Kecamatan Sluke, Rembang dengan menghadirkan Kepala Desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, TP PKK Desa, Ketua RT/RW setempat, serta pemuda dan karang taruna.

Bertindak sebagai narasumber yaitu Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Rembang, Kartono, Wakil Ketua FKUB Kabupaten Rembang, Abdul Hasby, Kakankemenag Kabupaten Rembang yang diwakili oleh Kepala KUA Kecamatan Sluke, Sarifudin, Danramil Sluke Kapten Sumijan, dan Kapolsek Sluke Aiptu Sutopo.

Dalam paparannya, Kartono menjelaskan tentang kewaspadaan nasional. Menurutnya, upaya mempertahankan kesatuan dan keamanan bangsa dapat dilakukan dengan mencegah gerakan-gerakan yang dinilai membahayakan dan mengancam NKRI. Karena di era kebebasan ini banyak dijumpai organisasi dan gerakan radikal. Selain itu juga mulai beredar isu munculnya kembali organisasi terlarang.  

“Oleh karena, bagi yang ingin mendirikan organisasi harus melaporkan dulu kepada kesbangpolinmas. Nanti akan kami data da kami berikan izin operasional selama organisasi tersebut tidak mengancam NKRI,” kata Kartono.

Sementara Ketua FKUB, Hasby meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing isu SARA. “Konflik yang menyinggung SARA ini bisa memecah belah persatuan NKRI,” tandas Hasby.

Selain itu, Hasby juga meminta warga untuk berhati-hati terhadap ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan syari’at Islam. “Jangan terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang nyleneh, tidak umum dan tidak lazim,” tegasnya.

Sarifuddin menambahkan, warga desa perlu mengetahui gerakan-gerakan radikal yang ada di Indonesia. Menurutnya, ketidakpahaman warga Desa terhadap jenis-jenis gerakan ini dapat mengakibatkan terseretnya warga untuk turut bergabung di dalamnya.

“Saya juga mengimbau warga untuk memegang teguh ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, sehingga tidak terpengaruh oleh faham-faham radikalisme yang dapat memecah belah persatuan bangsa,” tandasnya.(ss/bd)